https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Harga Migor Kemasan Sederhana di Bengkulu Naik Rp2.000 per Liter

Harga Migor Kemasan Sederhana di Bengkulu Naik Rp2.000 per Liter

Minyak goreng kemasan naik Rp2.000 per liter di Bengkulu. Foto: Dirgantara

Bengkulu, kabarsawit.com - Harga minya goreng (Migor) kemasan sederhana di wilayah Provinsi Bengkulu rata-rata naik hingga Rp2.000 per liter.

Salah seorang pedagang di pasar tradisional Kota Bengkulu, Rudi mengatakan, kenaikan harga migor kemasan sederhana terjadi sejak dua pekan lalu. Bahkan kata Rudi, kenaikan Rp2.000 per liter terjadi merata di sejumlah pasar di Provinsi Bengkulu.

"Naik sudah sepekan lalu. Hampir di semua pasar naik," ungkapnya kepada kabarsawit.com, Selasa.

Dijelaskannya, kenaikan terjadi di semua merk migor. Contohnya merk Fitri yang semula Rp15.000 per liter, kini Rp17.000 per liter.

Kemudian migor merk Bimoli semula Rp14.500 per liter, kini Rp17.000 per liter. Begitu juga merk Sunco semula Rp15.500 per liter kini menjadi Rp18.500 per liter.

"Kelangkaan migor juga terjadi pada merk Minyakkita. Sudah agak lama langkanya," ujarnya.

Bahkan untuk mendapatkan minyak rakyat itu, Rudi mengaku telah memesan ke sejumlah suplayer hingga Bulog, namun tidak ada. "Susah kali. Sudah dua bulan Minyakita nggak ada di Provinsi Bengkulu," ujarnya.

Karena Minyakita langka dan kenaikan harga merk lain, Rudi khawatir harga migor kembali melambung seperti yang pernah terjadi pada pertengahan 2022 lalu.

Imbasnya, kata Rudi, bukan untung yang didapat malah membuat pedagang rugi karena harus menghabiskan stok yang ada kala harga kembali turun.

"Mudah-mudahan amanlah. Kalau harus naik lagi, kami rugi," kata dia.

Di lain sisi, kenaikan harga migor ini belum menjadi masalah bagi Sofi, warga Kota Bengkulu. Selama migor masih dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET), ia mengaku akan tetap membelinya.

"Jangan aja jualnya di atas HET seperti yang terjadi sebelumnya. Ataupun dibatasi dengan berbagai aturan sampai buat migor langka," kata dia.