BPS Mencatat Kenaikan Nilai Tukar Petani di Kaltim
Infografis NTP Kaltim. foto: BPS
Samarinda, kabarsawit.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) melaporkan bahwa nilai tukar petani (NTP) mengalami kenaikan sebesar 0,73% menjadi 130,17 di bulan November 2023.
Yusniar Juliana, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, menjelaskan dalam keterangan resmi yang dirilis pada hari Jumat (29/12) bahwa "kenaikan NTP ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,90 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) hanya naik 0,17 persen," katanya.
Dia mencatat, NTP mengalami kenaikan di tiga subsektor pada November 2023 dibandingkan Oktober 2023. Yakni sebesar 1,26 persen pada subsektor tanaman pangan, 1,34 persen pada subsektor hortikultura, dan 1,07 persen pada subsektor tanaman perkebunan rakyat.
Sebaliknya, dua sub-sektor lainnya mengalami penurunan, yaitu sub-sektor peternakan (-1,29 persen) dan sub-sektor perikanan (-0,28 persen).
Menurut data BPS, nilai tukar petani tanaman pangan (NTPP) berada di level 101,61, nilai tukar petani hortikultura (NTPH) di level 114,31, dan nilai tukar petani perkebunan rakyat (NTPR) di level 167,49 di bulan November 2023.
Sementara itu, nilai tukar petani ternak (NTPT) sebesar 107,22 dan nelayan dan pembudidaya perikanan (NTNP) sebesar 99,51.
Nilai tukar usaha rumah tangga pertanian (NTUP) tercatat sebesar 131,63 pada November 2023, lebih tinggi 0,91 persen dibandingkan NTUP pada Oktober 2023 yang tercatat sebesar 130,44.
NTUP meningkat di tiga subsektor. Tanaman pangan (1,39 persen), tanaman hortikultura (1,55 persen), dan tanaman perkebunan rakyat (1,30 persen). Sebaliknya, NTUP mengalami penurunan di dua sektor, yaitu peternakan (-1,23%) dan perikanan (-0,03%).
Dari lima provinsi di Kalimantan, NTUP meningkat di empat provinsi. Kalimantan Tengah mengalami kenaikan tertinggi sebesar 1,90 persen, diikuti oleh Kalimantan Barat (1,63 persen), Kalimantan Timur (0,73 persen), dan Kalimantan Selatan (0,72 persen).
Hanya Kalimantan Utara yang mengalami penurunan NTP sebesar 0,24 persen.








