https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pernyataan Ketum Apkasindo Dibantah Direktur KPBN

Pernyataan Ketum Apkasindo Dibantah Direktur KPBN

Rahmanto Amin Jatmiko. foto: tangkapan layar youtube voidotid

Jakarta, kabarsawit.com - Direktur PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Rahmanto Amin Jatmiko membantah bahwa perusahaan yang dipimpinnya tidak akan lagi melelang minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Direktur berusia 50 tahun ini mengatakan bahwa KPBN telah mendapat otorisasi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) untuk menjadi pasar lelang komoditi nasional untuk penjualan forward.

“Kami sedang mempersiapkan diri untuk itu. Jadi jika ada perubahan di KPBN, kami akan membuat pengumuman daripada menyebarkan rumor," katanya melalui pesan Whatsapp siang tadi.

Sebelumnya, Gulat Medali Emas Manurung, Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa KPBN tidak lagi menjadi patokan harga jual CPO.

Alasannya adalah karena PTPN tidak lagi menjual CPO dan mengolah CPO-nya sendiri menjadi berbagai macam produk turunan.

"Holding BUMN tidak lagi menjual CPO dan menggunakan CPO di PalmCo, yang berarti KPBN akan otomatis mati," katanya kepada kabarsawit.com.

Jika KPBN ‘tutup’, doktor Agro-Lingkungan ini mengkhawatirkan nasib para petani kelapa sawit di Indonesia. Pasalnya, selama ini, lelang CPO di KPBN menjadi dasar penentuan harga tandan buah segar (TBS) bagi para petani kelapa sawit.

Ayah dari dua orang anak ini mengajak semua pemangku kepentingan di industri kelapa sawit Indonesia untuk saling mendukung agar bursa CPO yang baru saja diluncurkan dapat menjadi patokan baru dalam menentukan harga TBS bagi para petani kelapa sawit.

“ICDX, yang menjalankan bursa CPO, harus melakukan beberapa jungkir balik untuk mengembangkan bursa CPO, seperti membuka pelabuhan tender CPO yang baru. Kalau tidak salah, ICDX sudah membuka 15 pelabuhan baru,” ujarnya.

Gulat juga menyarankan agar ICDX membuat dua konsep penjualan di bursa CPO. “Yang pertama adalah bursa berjangka dan yang kedua adalah bursa harian,” rincinya.

Dengan dua konsep ini, pembeli akan dapat memilih. “Kita harus memudahkan pembeli dan penjual, itulah fungsi bursa CPO. Jadi ICDX harus lebih progresif,” tukasnya.