https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Bos Sawit Diminta Bikin Tempat Parkir Darurat di Pelabuhan Pulau Baai

Bos Sawit Diminta Bikin Tempat Parkir Darurat di Pelabuhan Pulau Baai

Truk mengantri menuju Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Foto: Dirgantara

Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta agar para pengusaha dan investor kelapa sawit dapat menyediakan tempat parkir di sekitar lahan pelabuhan PT Pelindo, di Pulau Baai Bengkulu.

Menurut Asisten II Pemprov Bengkulu Fachriza, hal itu demi mengantisipasi terjadinya kemacetan di sepanjang jalan masuk pelabuhan. 

Mengingat fasilitas pelabuhan saat ini belum cukup memadai untuk menampung hingga 500 truk, yang nantinya berdampak pada aktivitas bongkar di sana.

"Untuk investor, mulai tahun depan kami minta agar menyediakan kantong parkir atau lokasi parkir darurat di sepanjang pintu masuk pelabuhan. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian berulang seperti yang terjadi beberapa waktu lalu," kata Fachriza kepada kabarsawit.com, kemarin.

Parkir darurat ini, kata Fachriza, nantinya dapat menjadi alternatif sebagai lokasi truk mengangkut komoditas cangkang dan CPO ke pelabuhan saat terjadi trouble pada jembatan timbang maupun stockpile.

"Paling tidak, dalam satu kantong parkir bisa menampung hingga 100 truk. Jadi ketika ada troble, kemacetan bisa diantisipasi," kata dia.

Sementara, Deputi Eksekutif General Manager PT Pelindo Cabang Bengkulu, Ratna Puspitasari mengaku, pihaknya belum sanggup menyediakan kantong parkir di setiap titik di pelabuhan. 

"Untuk menyediakan kantong parkir, kami sepertinya hanya bisa membangun satu lokasi tahun ini, kata dia.

Dia mengakui, mestinya fasilitas jalan empat jalur harus dibikin untuk mendukung arus keluar masuk kendaraan ke kawasan pelabuhan. Hanya saja, Pelindo keterbatasan anggaran hingga rencana itu belum terlaksana.

"Tingginya permintaan komoditas ekspor sebetulnya membuat kami kewalahan. Setahun terakhir saja, jumlah angkutan komoditas sampai dua kali lipat, dan ini sudah seharusnya dibarengi dengan infrastruktur yang memadai. Namun kami belum sanggup atas hal itu," ujarnya.