https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pemkab Kampar Berusaha Mengatasi Sengketa Lahan Sawit di Kepau Jaya

Pemkab Kampar Berusaha Mengatasi Sengketa Lahan Sawit di Kepau Jaya

Perwakilan masyarakat menyampaikan masalah sengketa lahan sawit ke Pj Bupati Kampar Hambali. foto: Diskominfo Kampar

Bangkinang, kabarsawit.com - Pejabat Bupati Kampar, Riau, H Hambali MH mengunjungi ninik mamak dan tokoh masyarakat Kecamatan Siak Hulu pada Selasa (23/1). Kunjungan mereka terkait dengan sengketa lahan yang sedang berlangsung antara masyarakat dengan perkebunan kelapa sawit Ayau di Desa Kepau Jaya.

Tokoh masyarakat Jefri Noer mengatakan bahwa kedatangan mereka mewakili masyarakat untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait sengketa lahan dengan PT Ayau. "Kami berharap masalah ini segera diselesaikan agar hak-hak masyarakat dan Ayau terjamin," jelasnya dalam laporan Diskominfo Kampar, kemarin.

Datuok Maharajo Besar Kenegerian Buluh Nipis Suardi, bersama Datuok Lelosati Aswir, mengatakan selain sengketa lahan, tidak ada sinkronisasi antara masyarakat, ninik mamak, dan penghulu Desa Kepau Jaya.

Menurut Suardi, semua tindakan yang dilakukan oleh ninik mamak tidak didukung oleh wali nagari. Hal ini terlihat dari kasus ketika ninik mamak memasang petonggol atau portal untuk mencegah kendaraan perusahaan mengangkut sawit. “Namun kemudian dibongkar oleh pemerintah nagari dan aparat lainnya," ujarnya.

Hambali mengakui bahwa kunjungan para tokoh masyarakat dan ninik mamak ini sangat berharga karena mereka dapat memperoleh informasi mengenai permasalahan yang muncul secara umum.

"Kami akan mencari tahu apa masalahnya dan mencari solusinya agar masalah tersebut tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Ia berharap agar masyarakat, ninik mamak dan perusahaan tidak bertindak atau mengambil keputusan sendiri-sendiri.

"Kami dari pemerintah juga sedang berusaha mencari jalan untuk membicarakan bagaimana masalah ini bisa diselesaikan dengan damai dan tidak ada yang dirugikan, baik masyarakat maupun perusahaan,” pungkasnya.