Alumni LPDP Sharing Ilmu Wirausaha Produk Turunan Sawit ke Penerima Beasiswa BPDPKS
CEO Sm-art Batik, Miftahudin Nur Ihsan, menceritakan perjalanan industri Batik Sawit. foto: BPDPKS
Jakarta, kabarsawit.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bekerja sama dengan Politeknik LPP Yogyakarta menyelenggarakan acara "UMKM Sawit Naik Kelas". Acara ini dihadiri oleh UKMK Sawit dari Kabupaten Rokan Hilir Riau, pelaku UKMK dari Provinsi Bangka Belitung, dan lebih dari 200 mahasiswa Politeknik LPP Yogyakarta.
Acara yang berlangsung selama tiga hari ini diawali dengan talkshow mengenai "Pemasaran UKMK Kelapa Sawit". Salah satu pembicara dalam talkshow tersebut adalah Miftahudin Nur Ihsan, CEO CV Smart Batik Indonesia yang merupakan salah satu penerima beasiswa LPDP Jalur afirmasi Bidikmisi
Dalam sambutannya, Helmi Muhansyah, Kepala Divisi UKMK, BPDPKS, mengatakan bahwa salah satu tujuan kolaborasi ini adalah untuk meningkatkan dan memodernisasi UKM yang memproduksi minyak kelapa sawit dan untuk menyebarkan kesadaran tentang manfaat minyak kelapa sawit kepada masyarakat umum.
"Hal ini perlu dilakukan karena kelapa sawit memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita, termasuk produk kelapa sawit," kata Helmi dalam keterangan resmi BPDPKS, kemarin.
Helmi mengatakan BPDPKS secara keseluruhan membuka peluang kerja sama dengan asosiasi petani kelapa sawit, instansi pemerintah, perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam pengembangan produk kelapa sawit, terutama para penggiat UMKM. Ia mencontohkan beberapa UMKM kelapa sawit yang telah sukses, salah satunya adalah Ihsan.
“Kami bertemu dengan Ihsan secara kebetulan di Makassar tahun lalu. Di sana, ia merintis usaha batik berbahan dasar minyak kelapa sawit, yang berhasil ia kembangkan hingga saat ini,” sebutnya.
Ihsan berbicara selama 20 menit mengenai kisah inspiratif industri batik sawit dari awal hingga perkembangannya saat ini. Ia juga mendorong para peserta untuk menjadi wirausaha dengan memanfaatkan produk-produk yang berasal dari kelapa sawit.
“Potensi produk turunan kelapa sawit sangat besar. Mari kita pelajari dan jadikan produk yang bernilai ekonomi tinggi," ujar peraih penghargaan Wirausaha Muda Berprestasi Kemenpora ini.
Ihsan berpesan khusus kepada para mahasiswa yang menerima beasiswa dari BPDPKS untuk belajar lebih giat lagi. "Saya berharap ketika lulus nanti, kalian menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat berkontribusi lebih banyak dari teman-teman yang bukan penerima beasiswa. Sebagai penerima beasiswa, kita memiliki kewajiban moral kepada penerima beasiswa. Oleh karena itu, kita harus berhasil," tutupnya.








