https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Indeks K Turun Akibat Anjloknya Produksi Sawit Riau

Indeks K Turun Akibat Anjloknya Produksi Sawit Riau

Sawit siap diolah menjadi CPO di PKS. foto: dok. PTPN 5

Pekanbaru, kabarsawit.com - Indeks K merupakan faktor penting dalam menentukan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Semakin tinggi nilai indeks K, maka semakin tinggi pula harga TBS. Begitu pula sebaliknya.

Sebelum menentukan harga TBS, indeks K yang berlaku untuk satu bulan ke depan terlebih dahulu ditetapkan dalam rapat penetapan harga yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau pada Selasa (19/3).

Akibatnya, baik indeks K untuk TBS kelapa sawit plasma maupun indeks K untuk TBS kelapa sawit mitra swadaya mengalami penurunan.

Indeks K untuk TBS kelapa sawit plasma adalah 90,60 persen, turun 0,03 persen dari 90,63 persen di bulan lalu.

Sementara itu, indeks K untuk TBS kelapa sawit swadaya mencapai 90,13 persen, turun 0,69 persen dari 90,82 persen di bulan lalu.

Defris Hatmaja, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Disbun Riau, mengatakan bahwa penurunan nilai Indeks K ini disebabkan oleh berkurangnya produksi kelapa sawit akibat musim trek di Riau.

"Ya, jadi jumlah TBS yang diproses rendah. Ini menyebabkan jumlah penyuling berkurang, biaya operasional lebih tinggi dan indeks K menurun," ujar Defris.

Katimin, seorang perwakilan dari Kebun Plasma yang juga anggota kelompok penetapan harga TBS kelapa sawit di Riau, mengatakan,

"Indeks K turun karena produksi yang lebih rendah dan musim trek. Bahkan indeks PT Inecda turun hingga 50 persen. Namun, jika kita ambil rata-rata dari 31 perusahaan (kelompok penetapan harga), penurunan produksi mencapai 35%.”

Indeks K yang ditetapkan bulan ini turun, tetapi harga TBS untuk periode 20-26 Maret 2024 masih naik.

Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga jual minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel).