https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Segini Keuntungan yang Diperoleh kalau Petani Sawit Mau Bisnis Online

Segini Keuntungan yang Diperoleh kalau Petani Sawit Mau Bisnis Online

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, Karmawanto MPd. Foto: IST

Bengkulu, kabarsawit.com - Para petani kelapa sawit di Bengkulu disarankan tidak hanya mengandalkan hasil perkebunan kelapa sawit, tetapi juga mencoba bisnis online. Hal ini karena berbisnis online memungkinkan para petani untuk meningkatkan pendapatannya.

Karmawanto MPd, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Bengkulu, mengatakan petani kelapa sawit memiliki hari kerja yang lebih pendek dibandingkan petani karet. Jadi, mereka dapat mencoba bisnis berbasis teknologi digital sebagai alternatif yang menjanjikan.

"Dengan berbisnis online, para petani dapat meningkatkan pendapatannya sekaligus menopang perekonomian lokal secara keseluruhan," kata Karmawanto, Kamis (21/03).

Karmawanto mengakui bahwa dengan berbisnis online, para petani dapat menjual berbagai jenis barang, mulai dari barang-barang rumah tangga, buku, dan aksesoris. Menariknya, produk tersebut tidak perlu dimiliki, karena bisa dibeli dari penjual lain yang tersebar di seluruh toko online.

"Dengan demikian, sistem penjualan tidak harus memiliki produk, melainkan mencetak ulang barang orang lain dan mendapatkan harga jual yang sedikit lebih tinggi dari harga jualnya," kata Karmawanto.

Dia mengakui, dengan sistem penjualan seperti itu, petani bisa mendapat penghasilan tambahan minimal Rp 10 juta per bulan. Penghasilan hanya diperoleh dari penjualan produk senilai Rp 100 ribu.

"Misalnya petani menjual minyak dodos dengan harga Rp 100 ribu, setelah itu produknya dijual  100 buah dan bisa menghasilkan hingga Rp 10 juta per bulan," pungkasnya.

Menanggapi dorongan tersebut, banyak petani kelapa sawit di Bengkulu yang mulai berpikir untuk mencoba bisnis online. mereka. Sutrisno, petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara, menyambut baik gagasan tersebut.

"Saya melihat peluang besar bagi bisnis online untuk meningkatkan pendapatannya," katanya antusias.

Namun para petani kelapa sawit yang ingin terjun ke dunia bisnis digital masih memiliki kendala. Terbatasnya akses internet dan keterampilan teknis menjadi kendala utama yang perlu diatasi.

"Pelatihan dan dukungan diperlukan untuk memahami bagaimana menggunakan platform digital secara efektif," pungkas Sutrisno.

Untuk mengisi kesenjangan tersebut, Mian Bupati Bengkulu Utara mengaku berencana memberikan pelatihan dan dukungan kepada petani kelapa sawit. Diharapkan langkah ini akan mempercepat adopsi teknologi digital di kalangan petani dan mengoptimalkan potensi bisnis online.

"Kami siap memberikan dukungan teknis dan infrastruktur digital untuk membantu petani menjual produknya secara online," pungkasnya.