Petani Pusing, Harga Sawit Turun Ditambah Harga Pangan Naik
Harga komoditas pangan seperti beras terus mengalami kenaikan di Bengkulu. Foto: IST
Bengkulu, kabarsawit.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Bengkulu turun, sementara harga bahan pangan justru naik.
Dr Ansori Tawakal SE MM, pengamat ekonomi dari Universitas Dehasen, Bengkulu, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan paradoks ekonomi. Pasalnya, ketika harga TBS turun, harga bahan pangan justru naik.
"Harga TBS kelapa sawit naik pada minggu lalu dan turun pada minggu ini, tetapi penurunan harga pangan strategis tidak berlanjut karena harga-harga bahan pangan lainnya justru naik,” katanya, Sabtu (6/4).
Ia menjelaskan bahwa minggu lalu harga bahan pangan seperti bawang putih dan bawang merah berkisar antara Rp34.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Namun, harga kedua produk ini sekarang melonjak tajam menjadi Rp45.000 per kilogram. Selain itu, harga daging sapi, yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 130,000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 140,000 per kilogram. Demikian pula, harga daging ayam kampung, yang sebelumnya dijual seharga Rp 70.000 per kilogram, kini mencapai Rp 80.000 per kilogram.
“Harga rata-rata bahan pangan strategis mengalami kenaikan menjelang Idul Fitri, sementara harga buah kelapa sawit turun,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sementara harga pangan meningkat, harga TBS kelapa sawit di Bengkulu justru turun. Saat ini, harga buah kelapa sawit berkisar antara Rp 2.230 hingga Rp 2.550 per kilogram. Harga ini lebih rendah dibandingkan dengan awal bulan Ramadhan yang mencapai lebih dari Rp 2.600 per kilogram.
"Sebelumnya, harga TBS kelapa sawit di Bengkulu sempat berada di atas Rp 2.600 per kilogram, namun sekarang sudah turun di bawah angka segitu,” lanjutnya.
Ia mengatakan bahwa penurunan harga TBS kelapa sawit ini tentu saja berdampak pada para petani kelapa sawit. Akibat jatuhnya harga tersebut, para petani harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan tidak merayakan Idul Fitri.
“Turunnya harga ini tentu menjadi beban bagi masyarakat, khususnya petani kelapa sawit. Hal ini dikarenakan turunnya harga TBS sawit membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, mengingat harga-harga bahan pangan strategis mengalami kenaikan menjelang lebaran tahun ini," pungkas Ansori.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani kelapa sawit dan masyarakat setempat. Budi Santoso, salah satu petani kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara, mengakui bahwa cukup sulit baginya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena harga-harga bahan pangan mengalami kenaikan.
"Turunnya harga TBS membuat kami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok seperti daging," ujar Budi.
Namun, tidak semua pihak khawatir. Siti, seorang pedagang daging di pasar tradisional di Bengkulu, menyambut baik kenaikan harga pangan.
"Kenaikan harga bahan pokok ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami para pedagang untuk menambah penghasilan," katanya.








