Segelintir Manfaat yang Dirasakan Aceh Setelah Punya Sawit Lebih dari 500 Ribu Hektar
TBS sawit, foto : Dok kabarsawit
Banda Aceh, kabarsawit.com - Sebagai perkebunan padat karya, kelapa sawit menyerap banyak tenaga kerja dan berperan dalam mengembangkan perekonomian nasional. Kelapa sawit juga merupakan salah satu sumber devisa terbesar di Indonesia dan selalu menjadi industri unggulan.
Saat ini, industri kelapa sawit mempekerjakan sekitar 16,2 juta orang, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tentu saja, penyediaan lapangan kerja ini dapat meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, kesehatan dan mengurangi kantong-kantong kemiskinan," ujar Ismadi, Ketua Jurusan Budidaya Pertanian Universitas Malikussaleh, Selasa (9/4).
Aceh saat ini memiliki 565.135 hektar perkebunan kelapa sawit, yang mempekerjakan sekitar 578.000 pekerja.
Daerah-daerah yang memiliki perkebunan kelapa sawit memiliki tingkat kemiskinan yang jauh lebih rendah dibandingkan daerah lain, termasuk Aceh.
Sebagai koordinator wilayah Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (Maksi) di Aceh, ia mengatakan kelapa sawit merupakan tanaman yang paling efisien untuk produksi minyak nabati dibandingkan dengan tanaman penghasil minyak lainnya.
Padahal, dari segi luas lahan, perkebunan kelapa sawit jauh lebih kecil dibandingkan dengan perkebunan minyak nabati lainnya.
Sebagai negara penghasil kelapa sawit, Indonesia memiliki prospek yang sangat baik untuk mengembangkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan, terlebih lagi secara fungsi, kelapa sawit telah menjadi kebutuhan penting yang digunakan dalam segala aspek kehidupan hingga muncul slogan "No palm oil, no life".
Ismadi menambahkan bahwa kesejahteraan masyarakat akibat industri kelapa sawit tidak bisa dilepaskan dari keberadaan perusahaan di daerah tersebut.
Hal ini karena masyarakat dan perusahaan saling membutuhkan dan saling bekerja sama. Salah satunya adalah dengan adanya tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar merupakan hubungan simbiosis mutualisme yang saling membutuhkan. Masyarakat setempat membutuhkan perusahaan dan sebaliknya,” tukasnya.








