Selama Lebaran, Petani Sawit Jangan Panic Buying
Penjual saat menjajakan sayuran di Pasar Tradisional Modern Bengkulu. Foto: IST
Bengkulu, kabarsawit.com - Para petani kelapa sawit di Bengkulu diminta untuk tidak panic buying pada saat Idul Fitri 1445 Hijriah. Hal ini dikarenakan berbagai bahan pangan seperti beras, minyak sayur, bawang merah, bawang putih, cabai, daging ayam, daging sapi, telur, dan gula pasir tersedia cukup banyak di pasaran.
Menurut Erdiwan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu, kebutuhan pangan pada Lebaran tahun ini meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat. Namun demikian, stok bahan pangan strategis yang dibutuhkan masih mencukupi di pasaran. Makanya, petani kelapa sawit tidak perlu panic buying.
"Saya mengimbau masyarakat, khususnya petani kelapa sawit, untuk tidak panic buying," ujar Erdiwan pada hari Rabu, 10 April 2024.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Bengkulu dan para pedagang di pasar-pasar untuk memastikan bahwa kebutuhan pangan selama hari raya Idul Fitri terpenuhi. Ia berharap para petani kelapa sawit tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan pangan.
"Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan para pedagang pasar untuk memastikan kebutuhan pangan selama Idul Fitri terpenuhi. Kami akan terus memantau ketersediaan bahan pangan yang dibutuhkan di pasar dan berkoordinasi dengan para pedagang untuk memastikan stok yang memadai,” tukasnya.
Erdiwan juga menghimbau para petani kelapa sawit untuk menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang selama Idul Fitri. Ia menyarankan para petani kecil untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan bergizi seperti buah-buahan dan sayuran, dan mengurangi makanan tinggi gula dan lemak.
“Untuk memenuhi kebutuhan pangan pada hari raya Idul Fitri, kita harus mengikuti pola konsumsi yang sehat dan seimbang. Petani kelapa sawit disarankan untuk lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur serta mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak," tutupnya.
Sementara itu, Prof Rohimin, Ketua MUI Provinsi Bengkulu, mengatakan bahwa umat Islam harus menghindari panic buying. Ia menambahkan panic buying dapat memicu kenaikan harga bahan pangan yang strategis dan menghambat akses terhadap pangan.
"Panic buying ini bisa memicu kenaikan harga bahan pangan strategis dan mengganggu ketersediaan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Prof Rohimin.
Sementara itu, Foritha Ramadhani Wati, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bengkulu, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan strategis selama libur lebaran. Salah satunya adalah dengan mengelola pasar dan memastikan stok pangan.
“Kami menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan strategis menjelang hari raya Idul Fitri. Kami akan melakukan operasi pasar dan memastikan stok pangan di pasar," pungkasnya.








