https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pinjam Uang ke Toke Sawit Masih Jadi Primadona

Pinjam Uang ke Toke Sawit Masih Jadi Primadona

Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Tito Adji Siswantoro. Foto: IST

Bengkulu, kabarsawit.com - Meskipun era digital telah merambah hampir semua sektor ekonomi, petani kelapa sawit di Bengkulu masih mengandalkan sistem kredit tradisional. Mereka masih menggunakan pinjaman keuangan melalui toke sawit untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka.

Tito Adji Siswantoro, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu, mengungkapkan bahwa banyak petani kelapa sawit yang lebih memilih untuk meminjam uang kepada toke sawit dibandingkan kepada lembaga keuangan formal seperti bank. Alasannya sederhana: lebih mudah dan lebih cepat mendapatkan pinjaman.

"Kebanyakan orang menghindari meminjam uang di bank karena lebih mudah mendapatkan pinjaman dari toke sawit," ujar Tito pada hari Minggu, 14 April 2024.

Tito sangat menyayangkan cara ini. Ia mengatakan hal ini dapat merugikan petani kelapa sawit, terutama karena bunga pinjaman yang sangat besar.

"Meskipun skema pinjaman ini menawarkan kemudahan bagi petani, penting bagi mereka untuk menyadari risiko yang terkait dengan bunga pinjaman yang berpotensi tinggi,” ujar Tito.

Oleh karena itu, OJK Bengkulu terus mendorong para petani kelapa sawit untuk mendapatkan pinjaman dari bank dan lembaga keuangan formal lainnya.

“Kami akan terus memantau dan mengedukasi petani kelapa sawit mengenai pentingnya memperoleh pinjaman melalui lembaga keuangan formal," pungkasnya.

Idiarman, salah seorang petani kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, mengungkapkan ia baru saja meminjam uang sebesar Rp 10 juta dari toke, perusahaan yang jasanya sudah biasa ia gunakan. Ia lakukan ini karena pinjaman melalui Toke diberikan tanpa survey.

“Tidak seperti pinjaman dari bank, kami tidak perlu di survei dan kami langsung dapat pinjaman," ujar Idiarman.

Salah satu keuntungan dari pinjaman kelapa sawit dari toke adalah fleksibilitas dalam pembayaran. Pinjaman dapat dilunasi dengan cara memotong sebagian kecil dari hasil penjualan tandan buah segar (TBS) atau langsung pada waktu yang telah disepakati.

“Terlepas dari besarnya pinjaman, pembayaran kembali mudah dilakukan. Tidak seperti bank, kita tidak perlu khawatir dengan agunan atau persyaratan yang rumit," pungkasnya.