https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Ternyata Konflik di Timur Tengah Berdampak Sampai ke Bengkulu

Ternyata Konflik di Timur Tengah Berdampak Sampai ke Bengkulu

TBS Sawit, foto : Dok Kabar Sawit

Bengkulu, kabarsawit.com- Konflik antara Iran dan Israel di Timur Tengah berdampak pada para petani kelapa sawit di Bengkulu. Akibat konflik tersebut, harga minyak sawit mentah (CPO) anjlok dan saat ini berada di angka Rp 12.460 per kilogram. 

Dr Ansori Tawakal SE MM, Pengamat Ekonomi dari Universitas Dehasen Bengkulu, mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah berdampak pada petani kelapa sawit di Bengkulu. Hal ini disebabkan anjloknya harga sejumlah komoditas. Salah satunya adalah CPO.

“Selama beberapa hari terakhir, harga CPO anjlok. Hal ini tentu saja berdampak pada petani sawit di Bengkulu," kata Ansori, Jumat (19/4).

Namun demikian, penurunan harga CPO diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Menurut Ansori, pasar akan mulai bereaksi lebih hati-hati terhadap faktor-faktor utama yang mempengaruhi harga CPO.

"Jika konflik Timur Tengah masih terus berlanjut, pasar akan kembali fokus pada faktor fundamental seperti suplai dan permintaan serta pola cuaca seperti El Nino," kata Ansori.

Namun demikian, permintaan CPO diperkirakan akan tetap kuat. Permintaan terutama kuat dari negara-negara seperti India dan Cina, yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi. Hal ini mendorong optimisme bagi para produsen CPO meskipun harga sedang mengalami penurunan.

“Permintaan yang kuat dari India dan Cina dapat menjadi pendorong kenaikan harga CPO yang baru," ungkapnya.

Sementara itu, Iskandar Maun, seorang petani kelapa sawit di Bengkulu, berharap pasar CPO akan segera pulih dan stabil kembali. Jika hal ini terjadi, harga TBS sawit akan kembali naik.

“Kami berharap harga CPO akan naik dan dengan itu, harga TBS kelapa sawit juga akan naik,” tukasnya.