Sektor Sawit Dongkrak Ekonomi Bengkulu
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Darjana. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Darjana mengatakan komoditas sawit berperan penting dalam mendongkrak ekonomi Provinsi Bengkulu tahun ini.
"Tahun ini perekonomian Provinsi Bengkulu diperkirakan akan membaik setelah pada kuartal III 2022 tumbuh sebesar 4,37 persen (YoY). Harga komoditas sawit yang tinggi sangat berpengaruh," ujar Darjana kepada kabarsawit.com, Minggu kemarin.
Darjana optimis ekonomi Bengkulu akan terus membaik dilandasi harga komoditas unggulan dan ekspor di tingkat nasional. Hal tersebut juga didukung membaiknya produktivitas di hulu di mana program penanaman kembali yang terus diupayakan.
"Perbaikan tata kelola penyaluran program peremajaan sawit rakyat (PSR) berpotensi meningkatkan produksi tandan buah segar sawit," kata Darjana.
Dari sisi ekspor, pembukaan bertahap pintu ekspor CPO dan turunannya melalui Pelabuhan Pulau Baai, juga berpotensi meningkatkan produk domestik bruto Bengkulu.
"Apalagi peluang ekspor cangkang dan CPO tetap tinggi. Sementara saat ini produksi subtitusi minyak nabati Internasional mengalami kendala," kata dia.
Kendati begitu, lanjutnya, tantangan yang dihadapi harga pupuk di level tinggi dan tantangan distribusi pupuk bersubsidi pada 2022. Ada risiko minim pemupukan terhadap produktivitas ke depan, khususnya petani swadaya.
Belum lagi kendala realisasi investasi proyek pendirian pabrik minyak goreng dan harga CPO yang mandeg. Ini berisiko melemah di tengah risiko perlambatan ekonomi global.
Selain itu, perubahan pola konsumsi barang prioritas masyarakat di tengah tekanan inflasi juga akan menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
"Hal itu membuat penurunan ekspektasi masyarakat dan pelaku usaha terhadap perbaikan perekonomian," kata Darjana.








