https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pupuk Berbahan Pelepah Sawit Bikin Hasil Tanaman Kedelai Moncer

Pupuk Berbahan Pelepah Sawit Bikin Hasil Tanaman Kedelai Moncer

Pupuk organik berbahan pelepah kelapa sawit. Foto: Dirgantara

Bengkulu, kabarsawit.com - Dosen Universitas Hazairin Provinsi Bengkulu, Sunarti mengajak petani kedelai memanfaatkan penggunaan pupuk organik dari pelepah kelapa sawit, agar pertumbuhan tanaman lebih mentereng.

"Menggunakan pupuk dari pelepah sawit ini banyak untungnya. Selain mengurangi biaya operasional pembelian pupuk, buatnya juga sangat mudah dan murah," kata Sunarti saat bincang-bincang dengan kabarsawit.com, kemarin.

Sunarti menyebut, menggunakan pupuk organik jenis itu dapat membikin pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai lebih meningkat. Selain itu juga dapat memengaruhi diameter batang, berat polong tanaman, dan berat polong isi. 

"Ada kecenderungan tinggi tanaman, jumlah polong dan hasil per hektare semakin meningkat setelah menggunakan pupuk itu," kata dia.

Dari hasil penelitian, lanjut Sunarti, jumlah polong kedelai pada tahun pertama jauh lebih sedikit dibanding menggunakan pupuk anorganik lain. Selisihnya, sekitar 51 polong. 

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membikin pupuk organik padat atau POP ini tergolong cukup mudah, yaitu siapkan bahan dan alatnya antara lain pelepah sawit, sekam, air, gula dan bakteri fermentasi atau EM-4. 

Sementara alat yang dibutuhkan tempat membuat kompos, terpal plastik, parang, sekop, cangkul, ember, gelas ukur dan pengaduk

Cara membuatnya cukup sederhana, pelepah sawit dikumpulkan lalu dicacah menggunakan chopper. Setel ukuran cacahan menjadi 2-3 cm. Setelah selesai dicacah, tambahkan sekam dengan perbandingan 3:1, lalu aduk merata. Siapkan larutan fermentasi dengan menambahkan 3 tutup botol EM-4 ke dalam I ember air.

Lalu, tambahkan dua sendok gula pasir. Aduk merata lalu siramkan larutan fermentasi ke bahan secara merata, jika airnya kurang bisa ditambahkan air biasa sambil diaduk rata. 

 

Masukkan ke dalam rumah kompos, tutup dengan terpal. Biarkan selama 5-7 hari. Lakukan pengadukan setiap dua hari.

"Untuk mengetahui apakah pupuk yang dibuat berhasil atau tidak, maka disesuaikan dengan kriteria aromanya wangi tidak busuk, berwarna coklat, tekstur agak lembab tetapi tidak becek," jelas Sunarti.

Untuk menggunakannya, lanjut Sunarti, dosis POP terbaik pada tanaman kedelai adalah 250 gram per tanaman, sedangkan dosis terbaik untuk produksi kedelai 200 gram per tanaman.

Hasil tanaman kedelai juga mengalami peningkatan dari tahun pertama ke tahun kedua yaitu dari 2,7 ton per hektare, menjadi 2,8 ton per hektare atau mengalami peningkatan 100 kg biji kedelai per hektarnya.

Sunarti juga mengatakan, peningkatan hasil tanaman hampir sama dengan mengunakan pupuk anorganik. "Artinya, pupuk organik pelepah sawit mampu memberikan unsur hara yang dibutuhkan tanaman," kata dia.