Buruh Perkebunan Tercatat Masih Miskin di Jambi
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman. Foto: Diskominfo Pemprov Jambi
Jambi, kabarsawit.com - Sudirman, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, terdapat 42.411 warga miskin di wilayah ini, yang sebagian besar bekerja di sektor perkebunan.
Sudirman mengungkapkan hal ini saat membuka Dialog dan Edukasi Fasilitas Kesejahteraan Pekerja dan Pelayanan Keluarga Berencana di sebuah hotel di Jambi pada Kamis (2/5) malam.
Namun demikian, Sudirman mengatakan bahwa Program Dua Milar Satu Kecamatan (Dumisake) telah berperan besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Menurut data kami, ada 42.411 warga miskin yang tinggal di sini, yang sebagian besar adalah buruh perkebunan. Namun alhamdulillah, Pemprov telah melaksanakan program Dumisake Jambi Mantap dan kesejahteraan para buruh meningkat,” ujarnya.
Sudirman mengatakan bahwa menurut temuan pemerintah, masyarakat miskin di Provinsi Jambi tidak termasuk dalam kelompok mana pun. “Hanya pada saat pendistribusian program dari pusat, masyarakat dikelompokkan menjadi satu. Hal ini berdampak signifikan terhadap tingkat kesejahteraan,” tuturnya.
Menurut Sudirman, Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen untuk membantu masyarakat yang kurang mampu melalui program Dumisake yang tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No. 16 Tahun 2022 tentang tata cara pemberian Bantuan Keuangan Khusus dan Keputusan Gubernur Jambi No. 853/KEP.GUB/DP3AP2-4.2/2022.
“Pekerja memegang peranan penting dalam pembangunan sektor ekonomi. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi mendukung kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan, baik secara ekonomi maupun fasilitas,” tambahnya.
Sekda Sudirman juga mencatat bahwa Pemerintah Provinsi Jambi berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui berbagai strategi.
"Di antaranya, kami menentukan upah minimum di provinsi berdasarkan survey Kajian Hidup Layak (KHL) dan mendorong perusahaan-perusahaan untuk menjadikan pekerjanya sebagai peserta BPJS,” terangnya.








