Jagung di Tanam di Lahan Sawit Untuk Pakan Bebek
Pemdes Talang Boseng di Bengkulu Tengah berfoto bersama di kebun jagung di lahan kelapa sawit. Foto: IST
Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Desa Talang Boseng, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah, mengambil langkah nekat dengan menanam jagung di lahan perkebunan kelapa sawit. Keputusan ini diambil untuk memenuhi kebutuhan pakan itik guna memastikan ketahanan pangan di daerah tersebut.
Iskandar, Kepala Desa Talang Bosen, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Ia mengatakan bahwa 700 ekor bibit bebek akan disiapkan dan didistribusikan ke rumah-rumah warga untuk meningkatkan ketahanan pangan di desa tersebut. Namun, bebek-bebek tersebut tidak akan dapat berkembang biak tanpa pakan ternak, sehingga jagung harus ditanam.
"Pemerintah desa menanam jagung di perkebunan kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan pakan bebek," jelasnya, (7/5).
Langkah ini menarik perhatian, terutama dengan semakin terbatasnya lahan pertanian. Diharapkan langkah ini akan berhasil dan menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan lahan mereka dengan lebih baik.
“Inisiatif yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Talang Boseng ini menunjukkan pendekatan yang kreatif dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia," ujar Ahmad, seorang petani lokal.
Namun, langkah ini juga menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap keberlanjutan kelapa sawit. Perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat diperlukan untuk mencegah kerusakan yang tidak perlu pada perkebunan kelapa sawit.
“Kita perlu memastikan bahwa penanaman jagung di lahan kelapa sawit tidak akan membahayakan keberlanjutan perkebunan,” ucap Rita, aktivis pertanian Bengkulu Tengah.
Sementara itu, keputusan Pemerintah Desa Talang Boseng juga disambut baik oleh para petani setempat yang merasa terbantu dengan adanya penyebaran bibit bebek. Mereka berharap hal ini dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan keluarga mereka.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini," ujar Pavit, salah seorang petani di daerah tersebut.
Namun, beberapa warga masih bingung dengan teknis yang dihadapi dalam menanam jagung di lahan kelapa sawit, yang berbeda dengan lahan pertanian biasa.
"Kami membutuhkan bimbingan teknis agar penanaman ini berhasil," kata Maman, seorang petani kelapa sawit.








