https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Sawit Kurangi Ketergantungan Impor Sapi

Petani Sawit Kurangi Ketergantungan Impor Sapi

Sapi milik petani sawit di Bengkulu. Foto: IST

Bengkulu, kabarsawit.com - Para petani kelapa sawit di Bengkulu tidak hanya menghasilkan tandan buah segar dari tanaman kelapa sawit , tetapi juga berkontribusi terhadap kebutuhan ternak masyarakat, sehingga mereka diminta untuk terus memaksimalkan produksi ternak di wilayah tersebut. Mengurangi ketergantungan impor ternak sapi dari provinsi lain.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, M. Syarkawi, mengatakan untuk menjaga populasi sapi yang ada, Dinas Peternakan mengajak petani kelapa sawit memanfaatkan lahan yang tersedia untuk budidaya sapi.

"Kami berharap para petani kelapa sawit dapat melihat peluang di bidang peternakan sapi. Dengan ikut meningkatkan produksi sapi dan mengurangi impor ternak dari luar provinsi," kata Syarkawi, Selasa (21/5).

Ia kemudian mengaku terlibat dalam menjaga kesehatan ternak yang ada dan memaksimalkan produksi ternak di wilayah tersebut. Hal ini sesuai dengan tujuan utama dari langkah ini, yaitu untuk mencegah masuknya penyakit ke wilayah Bengkulu.

"Kami ingin tidak hanya meningkatkan produksi ternak, tetapi juga menjamin kesehatannya. Memiliki jumlah ternak yang sehat, kita dapat terhindar dari dampak negatif penyakit yang dapat menyebabkan kematian ternak," kata Syarkavi.

Selain itu, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sedang merencanakan berbagai program pelatihan dan pendampingan. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan kepada petani kelapa sawit yang ingin beralih atau menggabungkan usahanya menjadi peternakan.

"Kami juga siap melatih petani kelapa sawit untuk meraih hasil yang maksimal," pungkasnya.

Sejalan dengan inisiatif tersebut, beberapa petani sawit memberikan respon positif. Ahmad, seorang petani kelapa sawit dan pemilik ternak di Bengkulu Utara, mengatakan ingin berkontribusi dalam program tersebut.

"Saya sudah memiliki beberapa ekor sapi, dan saya akan berusaha menambah jumlahnya. Selain mendukung program pemerintah, ini juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan,” pungkasnya.