Aplikasi Babebun Mampu Percepat PSR?
Para peserta bimtek aplikasi Babebun yang digelar Ditjenbun Kementerian Pertanian berfoto bersama. (Foto: dok. Ditjenbun).
Jakarta, kabarsawit.com - Pengembangan dan penggunaan aplikasi Bank Perkebunan Benih (Babebun) diharapkan mempercepat pelaksanaan Program Peremajaan Kelapa Sawit Nasional (PSR) di berbagai provinsi sentra kelapa sawit nasional.
Harapan tersebut diungkapkan beberapa waktu lalu oleh Direktorat Perkebunan Kementerian Pertanian Kemtan (Ditjenbun) pada acara pelatihan penggunaan aplikasi bimbingan teknis (bimtek) Babebun di Jakarta.
Ebi Rulianti, Hendratmodjo Bagus Hudoro, mewakili PLT Direktur Penanaman Tanaman, menjelaskan bahwa bimbingan teknis penerapan Babebun dilakukan untuk mendukung pelaksanaan program PSR.
Di sisi lain, seperti yang dia kutip, kabarsawit.com Pada Jumat (24/5/2024), dalam keterangan resminya, bimtek juga digelar dalam rangka memberikan gambaran ketersediaan bibit sawit yang legal dan bersertifikat.
"Proses pengiriman benih sebelum bertunas, reproduksi dan distribusi dapat dipantau," kata Ebi Rulianti.
Selain itu, kata dia, dengan adanya aplikasi Babebun ini, kelompok tani atau persatuan kelompok tani (Poktan / Gapoktan) akan lebih mudah mengakses bibit kelapa sawit.
Secara khusus, benih sawit yang dihasilkan oleh 19 produsen benih kecambah telah membuktikan kemampuannya untuk menghasilkan 70 benih unggul.
Dengan demikian, Ebi Rulianti memprediksikan akan sulit bagi petani sawit yang mengikuti program PSR untuk mendapatkan bibit kelapa sawit yang unggul.
"Penggunaan aplikasi Babebun diharapkan dapat berkontribusi pada keberhasilan program PSR, karena merupakan penghubung antara koperasi petani, petani dan produsen benih," tambah Ebi Rulianti.
Melalui kegiatan Bimtek, Ebi akan membantu para pemangku kepentingan di perkebunan kelapa sawit, baik di poktan maupun Gapoktan, serta koperasi yang telah menerima program PSR, memahami pentingnya menggunakan Babebun.
Secara khusus, dalam peran produsen benih kelapa sawit untuk meningkatkan kemampuannya dalam hal penyediaan benih yang legal dan bersertifikat, serta ketrampilan keilmuan dan teknis lainnya," kata Ebi Rulianti.
Bimtek sendiri menggunakan berbagai materi pelatihan, seperti pengenalan aplikasi Bebebun program PSR yang dapat dilakukan dengan bantuan trainer atau Training of Training (ToT).
Selain itu, dibor juga menyediakan prosedur pendaftaran akun dan rekomendasi verifikasi untuk pembesaran benih, pelacakan pesanan, serta kelompok verifikasi untuk tim verifikator daerah.








