Pabrik Kelapa Sawit Diminta Terapkan K3
Gubenur Bengkulu Rohidin Mersyah menyerahkan penghargaan K3 ke perusahaan. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bengkulu Edward Happy meminta perusahaan kelapa sawit (PKS) di daerah menerapkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pekerjanya.
Pada pelaksanaan upacara peringatan Bulan K3 Nasional, di halaman Kantor Disnakertrans Provinsi Bengkulu, Edward tak menampik banyak pekerja non formal pada sektor perkebunan dan pertambangan belum memenuhi standar K3.
"Kami pemerintah meminta agar perusahaan formal dan non formal menerapkan budaya K3. Terkhusus pada sektor perkebunan yang kami temui di daerah sama sekali belum melaksanakan ini," kata Edward di hadapan para pimpinan perusahaan BUMN, dan swasta di Kota Bengkulu, kemarin.
Dalam kasus ini Edward mencontohkan kasus yang terjadi di Bengkulu Selatan, PT Sinar Bengkulu Selatan (SBS) meledak dan menewaskan dua karyawannya lantaran tak menerapkan K3. Serta sejumlah buruh panen di daerah yang tertimpa hingga tersayat alat panen juga karena tak menerapkan budaya k3.
"Karena itu, budaya K3 ini tak cuma diterapkan industri swasta yang memiliki sistem jelas, tapi juga harus memenuhi hak buruh hingga lingkup terkecil pada pekerjaan non formal," ujarnya.
"Pemerintah daerah kedepannya mengharapkan tidak ada lagi insiden kecelakaan kerja pada tenaga kerja," imbuhnya.
Selain itu Disnakertrans juga mendorong perusahaan untuk mendaftarkan para pekerja dalam program BPJS ketenagakerjaan dan kesehatan sebagai mitigasi bila ada hal yang tidak diinginkan.
"Pada 2022 lalu, tercatat hanya terjadi 2 insiden besar di Bengkulu Selatan dan Bengkulu Utara. Kita juga dorong, perlindungan untuk para pekerja diperkuat dan ini terus disosialisasikan ke perusahaan-perusahaan," terangnya
Bulan K3 Nasional Tahun 2023 yang diperingati pada 12 Januari 2023 sampai 12 Februari 2023 mengusung tema terwujudnya pekerjaan layak yang berbudaya K3 guna mendukung keberlangsungan usaha di setiap tempat kerja. Ini menjadi momentum untuk mengingat pentingnya K3, guna terciptanya tempat kerja aman, efisien, dan produktif.
Pemprov Bengkulu juga menyerahkan penghargaan perusahaan yang sudah taat K3. Dan juga bantuan CSR, santunan BPJS, bantuan sosial perusahaan, serta alat praktek keterampilan untuk kelompok masyarakat.








