https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Mendapat Cuan Dari Bibit Sawit

Mendapat Cuan Dari Bibit Sawit

Usaha bibit kelapa sawit milik Sidik.

Bengkulu, kabarsawit.com - Warga Desa Arga Jaya Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, terbilang sukses dalam bisnis penjualan bibit unggul. Dialah Sidik, penangkar bibit sawit varietas DxP PPKS 239 bermodal mandiri dari tahun 2020. 

Sidik mengatakan bisnis penangkaran dimulai setelah melihat banyaknya warga di daerahnya beralih dari tanaman karet ke sawit.

"Itu disebabkan karena harga getah karet sudah mulai tidak menguntungkan lagi. Jadi banyak warga beralih ke tanaman sawit," kata Sidik kepada kabarsawit.com, Sabtu (11/2).

Selain itu, yang membikin Sidik makin ngotot menjual bibit berkualitas, karena masih banyak warga di daerahnya mengunakan bibit 'bodong'.

"Saya belajar dari pengalaman mengelola kebun sendiri selama 10 tahun. Akhirnya mulai paham soal bibit yang dapat menghasilkan tandan buah segar (TBS) unggul," kata Sidik.

"Soal bibit, saya memilih bibit alur pembelian yang legal, akhirnya saya coba mulai buka bisnis ini di 2020, dan hasilnya memuaskan," imbuhnya.

Petani yang datang ke penangkaran Sidik pun makin rame. Hampir setiap pekan, tiga sampai empat petani datang ke penangkarannya.

"Belum lama ini saja, sebanyak 220 dibeli oleh petani. Selain karena sudah tahu bagaimana bibit yang unggul, harga yang kami patok juga terjangkau, Rp30 ribu per batang," ujarnya.

Ia mengatakan, bibit DxP PPKS 239 merupakan varietas kelapa sawit yang dirilis pada 17 Mei 2010 lalu. Ini merupakan hasil persilangan khusus antara dura turunan DA128D xLM270D dengan pisifera turunan LM239T self, dan memiliki keunggulan dalam produksi CPO dan PKO. 

Selain itu, lanjutnya, PPKS 239 mampu menghasilkan TBS yang tinggi, baik pada usia muda maupun dewasa. Didukung oleh karakter rendemen minyak yang tinggi, bibit ini dapat menghasilkan 8,4 ton CPO/ha/tahun. 

"Varietas ini dapat menjadi alternatif bagi pekebun yang ingin mendapatkan total nilai ekonomi yang lebih tinggi," sampainya.

Meski penangkaran dilakukan di halaman rumah, Sidik mengaku, telah mendapatkan hasil yang lumayan hingga mampu membangun rumah dan membeli mobil.  

"Alhamdulillah, kami juga sudah mendapatkan beberapa lokasi jadi tempat penangkaran. Meski masih dalam jumlah yang terbatas, setidaknya bisnis ini berkelanjutan," tukasnya.