Politeknik ATI Makassar Tawarkan Dua Program Unggulan: Magang di Jepang dan Beasiswa Sawit
Jakarta, kabarsawit.com - Politeknik ATI Makassar, bagian dari Unit Pendidikan Vokasi Kementerian Perindustrian, tahun ini meluncurkan kelas kerja sama industri internasional dengan dua perusahaan Jepang. Selain itu, perguruan tinggi ini juga memperkenalkan kelas beasiswa pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) 2024, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Inisiatif ini sejalan dengan arahan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang menekankan pentingnya pendidikan vokasi sebagai praktik terbaik dalam menciptakan kemitraan antara dunia industri dan pendidikan. “Kami berkomitmen untuk membangun pendidikan vokasi yang menjadi best practice dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri,” ujar Agus dalam siaran pers yang dikutip pada Sabtu (21/9).
Pelaksanaan kelas vokasi internasional di Politeknik ATI Makassar merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin dengan dua mitra industri Jepang, Morimitsu Industri Co, LTD dan Asia Africa Research Consulting and Investment (AAI) Co, LTD.
Kepala BPSDMI Kemenperin, Masrokhan, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri bagi kedua perusahaan melalui program magang di bidang pengelasan. Tahun ini, 50 mahasiswa dari program studi Teknik Manufaktur Industri Agro telah terpilih untuk mengikuti program magang ke Jepang pada tahun 2025, dilengkapi dengan pelatihan bahasa dan budaya Jepang serta kompetensi desain dan pengelasan.
Selain itu, Politeknik ATI Makassar juga meluncurkan kelas beasiswa sawit yang akan mendidik 30 mahasiswa di program studi Otomasi Sistem Permesinan. Politeknik ini merupakan salah satu dari 23 perguruan tinggi di Indonesia yang dipercaya BPDPKS untuk menyelenggarakan program beasiswa SDM sawit tahun 2024.
Pada kegiatan PKKMB 2024, Politeknik ATI Makassar menyambut 435 mahasiswa baru dari empat program studi, termasuk 30 mahasiswa penerima beasiswa sawit. Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, mencatat peningkatan signifikan jumlah pendaftar menjadi 9.598, dengan rasio pendaftar terhadap mahasiswa diterima mencapai 1:22. “Program beasiswa sawit telah meningkatkan minat pendaftar tahun ini,” jelasnya.
Masrokhan memberikan apresiasi atas pencapaian ini, menegaskan pentingnya seluruh satuan pendidikan di bawah BPSDMI Kemenperin untuk meningkatkan minat pendaftar dengan rasio 1:10. “Politeknik ATI Makassar telah melampaui target tersebut. Saya harap mahasiswa baru menjalani perkuliahan dengan baik dan meraih prestasi yang membanggakan,” imbuhnya.






