https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Minyakita Bikin Gerah

Minyakita Bikin Gerah

Sidak minyakita di Kota Bengkulu. Foto: Dirgantara

Bengkulu, kabarsawit.com - Imbas kosongnya minyak goreng (Migor) kemasan MinyaKita buat harga merk lain mengalami kenaikan melebihi harga eceran tertinggi (HET). 

Menanggapi kenaikan ini, Satgas Pangan Polres Bengkulu pun turun tangan memantau ketersediaan Migor di gudang logistik pada Senin kemarin. Kegiatan ini dipimpin oleh IPDA Palty Silalahi.

Sidak ini dilakukan di tiga titik yakni di PT Sungai Budi di Kampung Melayu, PT Linda di Bumi Ayu, dan Gudang Bulog.

"Dari hasil pantauan kita, kuota MinyaKita itu sebenarnya lancar. Cuma karena permintaan tinggi akibat kepanikan pembeli, makanya menjadi langka. Kalau minyak goreng non subsidi ada banyak. Bahkan Bulog juga menyatakan stok yang non subsidi bakal masuk lagi," kata Kabag Ops Polresta Bengkulu Kompol Jufri kepada kabarsawit.com.

Terkait kelangkaan non subsidi tersebut, Jufri mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar kuota Bengkulu bisa ditingkatkan atau ditambah. 

"Kita akan koordinasikan dulu supaya kuota yang sudah lancar selama ini bisa ditambah lagi," ujar Jufri.

Jufri menegaskan, jika ada penyimpangan makan pihaknya akan menindak pelaku penimbunan sembako khususnya MinyaKita itu. 

"Pasti ditindak sesuai aturan yang berlaku," tandasnya.

Sementara itu, Manajer Bisnis Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Bengkulu, Bardian Yulisita menjelaskan stok Minyakita di gudang Bulog memang kosong. Bulog belum mendapatkan kuota Minyakita dari distributor yang menyuplai Migor ke Bulog tahun lalu.

Saat ini Bulog sedang berusaha mendatangkan Minyakita kemasan bantal sebanyak 20 ton untuk Provinsi Bengkulu. Minyak itu didatangkan dari PT Tanjung Sarana Lestari, Makasar. 

“Dua minggu lagi Insya Allah akan sampai ke Bengkulu,” terangnya.

Bulan ini Bulog sudah mendistribusikan 14,4 ton Migor curah ke seluruh wilayah kerja Bulog Divre Bengkulu. Namun harga minyak goreng kemasan di pasaran masih tinggi.

“Kita mendistribusikan untuk menekan kenaikan harga minyak,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu, Yenita Syaiful juga mengaku bahwa saat ini stok Minyakkita di Bengkulu sedikit. Hal ini juga berimbas ke beberapa produk minyak goreng premium lainnya yang sedikit mengalami kenaikan.

“Minyakita ini bukan minyak subsidi sebenarnya. Tetapi jenis minyak ini, disamping harganya yang murah yaitu hanya Rp14 ribu, masyarakat juga suka karena lebih garing katanya. Sehingga, peminatnya memang lebih banyak,” kata Yenita.

Lain dari itu, informasi dari Menteri Perdagangan akan ada penambahan produksi untuk Minyakita.