Mediasi Antara Pemerintah dan Masyarakat untuk Meredam Potensi Konflik Sosial di Ogan Komering Ilir
Forkopimda OKI melakukan mediasi terkait konflik lahan di Kecamatan Mesuji. foto: Tribun Sumsel
Oki, kabarsawit.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, bersama forkopimda dan tripika Kecamatan Mesuji, mengadakan rapat mediasi dengan masyarakat Desa Sungai Sodong dan Pagar Dewa di kantor Kecamatan Mesuji. Pertemuan ini bertujuan untuk meredakan potensi konflik sosial yang muncul akibat proses land clearing dan penanaman kelapa sawit oleh PT Sumber Wangi Alam (SWA), yang memicu ketegangan antara masyarakat desa dan perusahaan, karena masyarakat menganggap lahan yang ditanami adalah milik mereka.
Dalam pertemuan, Asisten I Kabupaten OKI, Drs Antonius Leonardo MSi, menekankan pentingnya menjaga ketenangan menjelang pilkada dan menyelesaikan sengketa secara damai. “Kita harus mengedepankan diplomasi dan dialog untuk mencegah konflik yang dapat menarik perhatian luas,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Kadisbunnak OKI, Dedy Kurniawan, mengingatkan akan pentingnya menjaga situasi keamanan di Mesuji yang selama ini terjaga dengan baik. Kapolres OKI, AKBP Hendrawan Susanto, juga meminta semua pihak berkolaborasi menjaga ketertiban. “Kami berharap semua pihak dapat bersama-sama menjaga keamanan masyarakat,” tegasnya.
Kapolres menambahkan bahwa pihak kepolisian, bersama Kodim dan pemda, berkomitmen untuk mencari solusi terbaik. “Kami akan berperan aktif untuk menemukan penyelesaian yang menguntungkan semua pihak,” ungkapnya.
Rapat ini juga dihadiri oleh perwakilan berbagai dinas dan tokoh masyarakat, seperti Kakesbangpol Irawan Sulaiman, Kasat Pol PP Hilwen, Danramil Mesuji Kapten Inf Widodo, serta perwakilan masyarakat desa yang terlibat. Hasil dari pertemuan ini akan disampaikan kepada Pj. Bupati OKI untuk langkah kebijakan selanjutnya.








