Penggunaan Minyak Sawit sebagai Bahan Bakar Pesawat dan Kapal: Upaya Hilirisasi Menuju Transportasi Ramah Lingkungan
Pesawat milik Garuda gunakan bioavtur buatan Pertamina. foto: RRI
Jakarta, kabarsawit.com - Bahan bakar untuk pesawat dan kapal laut akan menggunakan minyak sawit, mendukung upaya pemerintah Indonesia dalam hilirisasi sawit untuk menciptakan industri penerbangan dan perkapalan yang lebih ramah lingkungan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa Indonesia sedang menjalin pembicaraan dengan International Civil Aviation Organization (ICAO) mengenai pembuatan dan penggunaan bioavtur.
Targetnya adalah pada tahun 2060, industri penerbangan sepenuhnya menggunakan bioavtur. Budi juga menekankan pentingnya hilirisasi tidak hanya dalam industri, tetapi juga di sektor transportasi, yang menghadapi berbagai tantangan. Untuk pelayaran, biodiesel 30 persen (B30) telah digunakan, dengan harapan akan beralih ke B100 untuk menurunkan biaya bahan bakar dan mendukung program tol laut.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pentingnya hilirisasi sawit untuk menciptakan nilai tambah. Dia menyatakan bahwa proses harus melibatkan penanaman, pemetikan, pengolahan, dan penjualan. Mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menambahkan bahwa hilirisasi sawit dapat mencegah jebakan pendapatan menengah dan meningkatkan produksi, terutama dengan 42 persen lahan dikuasai petani mandiri.








