Sosialisasi Program Grant Riset Sawit 2024 oleh BPDPKS dan Unram untuk Kembangkan Teknologi dan Kebijakan Industri Kelapa Sawit
Sosialisasi secara daring Program Grant Riset Sawit 2024 kerja sama BPDPKS bersama Universitas Mataram melalui LPPM. foto: ist.
Mataram, kabarsawit.com – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkolaborasi dengan Universitas Mataram (Unram) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) untuk menyelenggarakan sosialisasi Program Grant Riset Sawit (GRS) 2024 di Auditorium M. Yusuf Abu Bakar Unram.
Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan skema pendanaan riset kelapa sawit yang diharapkan dapat menghasilkan teknologi dan kebijakan untuk memperkuat industri kelapa sawit Indonesia di pasar global.
Sosialisasi dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk peneliti, akademisi, dan praktisi dari industri kelapa sawit. Di antara yang hadir adalah Prof. Dr. Sukartono, Kepala LPPM Unram, bersama Sekretaris Prof. Dr. I Gusti Putu Muliarta Aryana, 58 dosen dan peneliti, serta narasumber dari BPDPKS, Prof. (Ris) Didiek Hadjar Goenadi, Ph.D.
"Melalui grant riset ini, kami berharap dapat mendorong inovasi dan penerapan teknologi baru yang akan meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia," kata Didiek Hadjar dalam rilis Humas Unram.
Program GRS mencakup beragam tema riset, mulai dari teknik budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran dan keberlanjutan lingkungan. Peserta sosialisasi diharapkan berpartisipasi aktif dalam pengajuan proposal yang sejalan dengan prioritas penelitian.
Sosialisasi ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara akademisi dan industri, sehingga penelitian yang dilakukan dapat berdampak signifikan bagi pengembangan sektor kelapa sawit di Indonesia.
Prof. Sukartono menekankan bahwa Unram menyambut baik sosialisasi ini sebagai langkah strategis untuk pengembangan proposal riset. Ia mengajak semua peneliti untuk aktif berpartisipasi, berharap adanya klinik proposal sebelum pengajuan untuk meningkatkan kontribusi riset bagi pengembangan sektor kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Dia berharap kerjasama ini dapat menghasilkan teknologi dan kebijakan yang memperkuat posisi industri kelapa sawit nasional di pasar global dan menciptakan masa depan yang berdaya saing.








