Perjalanan Fitra Tambunan Menjemput Asa di Kebun Sawit
Fitra Tambunan saat menyusun janjangan TBS di bak mobil nya. foto: Hermansyah
Perjalanan Fitra Tambunan: Dari Buruh Harian ke Sopir Truk Andal di Kebun Sawit
Fitra Tambunan, pria 33 tahun, memiliki kisah perjuangan yang tidak biasa. Enam kali ia mencoba menjadi tentara, tetapi selalu gagal. Tak menyerah pada nasib, ia memulai karier sebagai buruh harian lepas dan kini menjadi sopir truk andalan di Kebun Sei Baruhur, PTPN IV Palmco Regional 1.
Pada Jumat pekan lalu, matahari belum tinggi saat truk colt diesel kuning yang dikemudikannya penuh terisi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Berat rata-rata TBS di truk itu mencapai 16 kilogram per tandan, dengan total muatan sekitar 5,5 ton. Sambil merapikan tumpukan TBS menggunakan tojok—batang besi berujung runcing—Fitra bercakap dengan tim Elaeis Media Group.
Cuaca yang terik tak mengendurkan semangat Fitra. Dengan lengan yang berkeringat, ia terus mengatur posisi TBS di bak truk agar rapi. Sehari-harinya, Fitra bertugas mengangkut TBS dari blok-blok perkebunan menuju pabrik kelapa sawit (PKS). Dalam sehari, ia harus menyelesaikan tiga trip pengiriman, baik ke PKS Sei Baruhur maupun PKS Aek Torop, yang berjarak maksimal 30 kilometer dari lokasi muat.
Meski tugas pokoknya selesai pukul lima sore, pekerjaannya belum benar-benar usai. Ia masih harus mengangkut brondolan, biji sawit yang lepas dari tandan, hingga empat trip tambahan. Namun, ada bonus kecil yang ia terima setiap kali tugas pokok selesai: uang Rp100 ribu sebagai bentuk apresiasi.
Fitra tinggal di perumahan teknik, yang disebut emplasmen, bersama istri dan anak semata wayangnya di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara. Kehidupan di kawasan ini penuh dinamika, tetapi Fitra menjalani semuanya dengan tekad kuat.
Pengalamannya di dunia truk dimulai sejak 2010, ketika ia menjadi kernet selama dua tahun. Tugasnya waktu itu mencakup bongkar-muat TBS. Setahun menjadi kernet, ia dipercaya mengemudikan truk, sebuah tanggung jawab besar yang ia emban dengan baik. Meski baru tiga tahun resmi menjadi sopir di perusahaan, semangat dan pengalamannya membawanya terus maju.
Fitra adalah bukti nyata bahwa kegigihan dan kerja keras dapat membuka jalan, meski mimpi awalnya tak terwujud. Ia kini menikmati hasil jerih payahnya, membangun kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarga.
Selengkapnya baca di Elaeis Magazine Edisi 05 Vol. IV Tahun 2024







