Penasaran Sawit Jadi Makanan, Pelaku UMKM Keripik Pisang Ini Semangat Ikuti Workshop
Surabaya, kabarsawit.com - Awalnya mengira sawit itu kelapa, Iin Khozaro, pelaku UMKM keripik pisang asal Sidoarjo, justru jatuh hati pada potensi olahannya. Ia pun semangat ikuti workshop sawit dari pagi.
Siapa sangka rasa penasaran bisa membawa seorang pelaku UMKM melangkah lebih jauh dari dapurnya sendiri? Itulah yang dirasakan oleh Iin Khozaro, pemilik usaha keripik pisang asal Tanggulangin, Sidoarjo, saat mengikuti Workshop Inovasi Olahan Sawit yang digelar Elaeis Media Group bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), akhir pekan lalu di Surabaya.
“Awalnya saya kira sawit itu kelapa,” ujar Iin sambil tersenyum malu. “Ternyata beda banget, ada proses pengolahannya sendiri dan bisa dimanfaatkan jadi makanan juga. Saya jadi makin penasaran!”
Rasa penasaran Iin berawal dari selembar flyer yang menyebutkan pengolahan sawit menjadi produk makanan. Sebagai pelaku UMKM yang terbiasa bergelut dengan camilan berbasis pisang, ide mengolah sawit jadi pangan adalah sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya.
“Di Jawa Timur saya belum pernah dengar sawit dipakai buat bikin dodol atau bolu. Saya pikir ini peluang baru yang belum banyak dilirik,” tuturnya antusias.
Selama workshop, Iin tak hanya belajar secara teori. Ia juga mencoba langsung membuat dan mencicipi beberapa olahan sawit seperti dodol dan bolu. Menurutnya, rasa produk berbasis sawit ini sangat khas dan berpotensi disukai konsumen.
“Bolu sawit rasanya tuh beda. Ada aroma khas kayak serikaya tapi juga legit, teksturnya lembut. Dodolnya juga unik, nggak seperti dodol biasa,” jelasnya penuh semangat. “Anak-anak saya di rumah pasti suka!”
Sebagai pemilik usaha keripik pisang, Iin melihat potensi pengembangan produk dari hasil workshop ini. Ia membayangkan suatu hari bisa memasarkan bolu sawit sebagai oleh-oleh khas dari Sidoarjo.
“Sawit belum dikenal luas sebagai bahan makanan di sini. Kalau saya bisa bikin bolu sawit khas Sidoarjo, itu bisa jadi keunikan tersendiri,” ungkapnya sambil membayangkan ide kemasan yang menarik dan rasa yang menggoda.
Namun, jalan inovasi bukan tanpa tantangan. Akses terhadap bahan baku berbasis sawit masih terbatas, terutama di wilayah urban seperti Sidoarjo. Meski demikian, Iin tidak patah semangat.
“Kebetulan saya punya keluarga di Madura, mungkin nanti saya cari di sana. Kalau sulit, panitia bilang bisa bantu order juga,” katanya dengan mata berbinar.
Dengan semangat belajar dan tekad kuat, Iin Khozaro membuktikan bahwa inovasi bisa datang dari rasa ingin tahu yang sederhana. Dari keripik pisang ke bolu sawit, ia sedang menapaki langkah baru sebagai UMKM yang adaptif dan kreatif.
“Mudah-mudahan nanti bisa lahir bolu sawit rasa khas Sidoarjo. Biar orang-orang tahu, sawit itu nggak cuma soal minyak, tapi juga soal rasa yang menggoda,” tutupnya penuh harap.







