https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Dipantau Sejak Mulai Dibukanya Program Peningkatan SDM Sawit

Dipantau Sejak Mulai Dibukanya Program Peningkatan SDM Sawit

Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasbar, Afrizal. Foto: Ist

Simpang Ampek, kabarsawit.com -
Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Afrizal, menjelaskan pihaknya terus mengawal berjalannya program beasiswa kelapa sawit.

Seperti diketahui, program yang digelontorkan oleh Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) itu telah dibuka terhitung  sejak 17 Mei 2025 lalu.

Afrizal menjelaskan bahwa pihaknya telah memantau sejak dibukanya program pengembangan SDM tersebut. Meski ia mengaku belum mengetahui secara rinci jumlah peserta yang mendaftar.

"Saat ini belum bisa kita lihat jumlahnya karena masih dalam proses pendaftaran," ujar Afrizal, Sabtu (24/5).

Ia mengaku belum dapat melihat jumlah pendaftar lantaran aplikasi tersebut masih dikunci oleh admin pusat. Data tersebut baru akan dapat dilihat setelah selesai pendaftaran.

"Kita hanya mensosialisasikan, untuk pendaftaran dilakukan langsung oleh masing-masing peserta," sambungnya.

Sebelumnya, Disbun Pasbar mendorong petani kelapa sawit untuk memanfaatkan beasiswa kelapa sawit tersebut. Sebab peluang tahun ini dinilai lebih besar ketimbang tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah dengan dukungan semua stekholder dari penyuluh, kelembagaan petani dilakukan secara bersama baik melalui sosialisasi maupun langsung disampaikan oleh penyuluh kita di lapangan," terangnya.

Dengan edukasi dan sosialisasi itu, pihaknya berharap peserta yang umumnya adalah anak petani kelapa sawit dapat mempersiapkan diri. Baik mempersiapkan persyaratan pendaftaran hingga tes seleksi.

"Ini tahun ke-4 program ini. Kita berharap penerima manfaat semakin banyak dari wilayah Pasbar maupun Sumbar pada umumnya," bebernya.

Untuk diketahui target program tersebut tahun ini meningkat menjadi 4.000 penerima manfaat. Tak hanya itu, jumlah pilihan perguruan tinggi juga bertambah menjadi 41 perguruan tinggi. Ini tersebar di berbagai provinsi se-nusantara.

Program ini dapat diikuti oleh keluarga besar perkebunan kelapa sawit. Mulai dari keluarga pekerja, petani, hingga ASN yang berkecimpung di perkebunan kelapa sawit. Sementara untuk jenjang pendidikannya mulai dari D1-S1.***