Besar, Harapan Gubernur pada Kepengurusan Gapki Kalbar Periode 2025-2030
Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Foto: suarakalbar.co.id
Pontianak, kabarsawit.com - "Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)
harus berkomitmen memberikan kontribusi optimal melalui pajak, retribusi, dan pengembangan ekonomi lokal secara transparan.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan
dalam acara pelantikan pengurus yang dipimpin oleh Ketua Umum Gapki Eddy Martono di Pontianak.
Gubernur Kalbar memang menaruh harapan besar pada pengurus baru Gapki Kalbar periode 2025-2030, untuk meningkatkan kontribusi industri sawit secara transparan bagi pembangunan daerah.
Sebagai penghasil sawit terbesar ketiga nasional, Kalbar dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Gubernur mengingatkan pentingnya sinergi antara pengusaha dan pemerintah dalam menjaga infrastruktur. "Mari bersama-sama memperbaiki jalan yang rusak akibat transportasi hasil kebun, jangan saling menyalahkan," ajaknya, dalam rilis Pemprov Kalbar dikutip Ahad (22/6).
Norsan juga menekankan tiga pilar utama: pemberdayaan tenaga kerja lokal, kelestarian lingkungan, dan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Aris Supratman sebagai ketua Gapki Kalbar terpilih menyatakan kesiapan melanjutkan estafet kepemimpinan sebelumnya. "Kami akan fokus pada peningkatan kesejahteraan pekerja, transparansi industri, dan kontribusi bagi pembangunan daerah," ujarnya.
Eddy Martono mengapresiasi dukungan Pemprov Kalbar terhadap industri sawit. "Dengan 1,2 juta hektare kebun sawit yang menyerap 300.000 tenaga kerja, kami berkomitmen menjadikan Kalbar sebagai contoh pengelolaan sawit berkelanjutan," ungkapnya.
Pelantikan itu menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi segitiga emas antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat dalam membangun industri sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.***








