https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

KSU di Merauke akan Kelola 500 Hektar Kebun Sawit, Ini Skema yang Diterapkan

KSU di Merauke akan Kelola 500 Hektar Kebun Sawit, Ini Skema yang Diterapkan

Bedengan LCC untuk kegiatan penanaman sawit di distrik Ngguti. foto: MC KAB MERAUKE

Merauke, kabarsawit.com - Koperasi
Serba Usaha (KSU) Iska Bekai milik masyarakat adat Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, layak mendapat perhatian.

Koperasi itu sedang mempersiapkan penanaman perdana kebun sawit rakyat seluas 500 hektare, dengan skema kepemilikan dan pengelolaan sepenuhnya oleh masyarakat setempat.

Ketua KSU Iska Bekai, Abraham E.Yolmen menegaskan, proyek itu berbeda dengan model perusahaan besar. "Perkebunan sawit ini murni milik masyarakat, dikelola oleh mereka, untuk kesejahteraan mereka," jelasnya dalam keterangan resmi Pemkab Merauke dikutip Jumat (27/6).
 
Persiapan telah berjalan cukup lama, yakni sejak awal 2023 melalui serangkaian pertemuan dengan pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Merauke, dinas terkait, tokoh adat, dan lembaga teknis.
 
Model yang diusung menempatkan koperasi sebagai pengelola, sementara masyarakat berperan sebagai pemilik sekaligus pelaku aktif. "Mereka bukan objek, tapi subjek pembangunan," tegas Yolmen.
 
Saat ini, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan akses dan pembibitan (nursery) telah dimulai, dengan target masa tanam perdana pada pertengahan 2025.

Proyek itu mengingatkan pada semangat inisiatif berbasis komunitas seperti Koperasi Desa Merah Putih, di mana koperasi tidak hanya berfungsi sebagai entitas legal, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial-ekonomi.
 
"KSU Iska Bekai membuktikan bahwa koperasi desa bisa menjadi kendaraan untuk kemandirian masyarakat," katanya.
 
Meski tantangan masih banyak, Yolmen tetap optimis. "Benih harapan sudah ditanam. Masyarakat belajar menjadi tuan rumah di tanah sendiri," tandasnya.***