Sawit Lebih Untung Ketimbang Karet
Ilustrasi-tanaman kelapa sawit. Foto: Sahril
Jambi, kabarsawit.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Jambi, Kasriwandi memaklumi jika saat ini banyak petani karet di daerah itu beralih fungsi menanam kelapa sawit.
Soalnya, jika dihutung-hitung, secara ekonomi menanam kelapa sawit lebih untung ketimbang karet.
Sebab, setiap hektare lahan karet hanya dapat menghasilkan getah sebanyak 15 kilogram per hari. Jika dikali Rp6.000 per kilogram, maka hasil yang diperoleh petani hanya Rp90.000 dalam satu hektare per hari.
"Itu pun belum tentu bisa tiap hari menyadap getah karet. Bila turun hujan, aktivitas penyadapan praktis tidak bisa dilakukan karena penampung getah karet akan dipenuhi air hujan," kata Kasriwandi saat berbincang dengan kabarsawit.com, Senin (20/2).
Belum lagi, jika penyadapan getah dilakukan oleh orang lain. Nilai ekonomi tanaman karet makin tidak berarti, karena akan diterapkan sistem bagi hasil, di mana pemilik hanya kebagian 1/3 dari hasil yang didapat
"Jadi, pemilik kebun hanya dapat sekitar Rp20.000 sampai Rp30.000 per hari," terangnya.
Beda halnya dengan sawit, 40 persen dari hasil tanaman bisa dikantongi pemilik kebun. Sementara 60 persen lainnya untuk perawatan seperti pembelian pupuk dan biaya lainnya.
"Nah, itu kalau harga TBS hanya sekitar Rp2.000-an. Kalau harga kayak dua tahun lalu sampai Rp3.000 per kilogram, hasil yang diperoleh petani sawit makin meningkat, atau lebih tinggi dibanding petani karet," pungkasnya.








