https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Kebun Sawit di Kalsel Banyak Pakai Bibit Abal-abal

Kebun Sawit di Kalsel Banyak Pakai Bibit Abal-abal

Ilustrasi-tanaman kelapa sawit.

Kalsel, kabarsawit.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini tengah menggenjot program peremajaan kelapa sawit. Baik kebun dengan kategori sudah berusia tua maupun yang berproduksi rendah.

Menurut Ketua DPW APKASINDO Kalimantan Selatan (Kalsel), Samsul Bahri, peremajaan mesti dilaksanakan jika ingin produksi perkebunan di daerah itu meningkat. Sebab dari data yang diperolehnya, hampir tiap tahun 500 hektare kebun masuk usia diremajakan dan produksi rendah di daerah itu.

"Belum lagi 15-20 persen perkebunan kelapa sawit yang ada menggunakan bibit palsu atau abal-abal," kata Samsul kepada kabarsawit.com, Jumat (24/2).

Khusus untuk penggunaan bibit yang tidak unggul ini kata Samsul karena petani sulit mendapatkan bibit bersertifikat saat awal pembangunan kebun. Selain harus memenuhi persyaratan khusus, petani juga dihadapkan dengan harga yang tidak murah.

"Untuk penangkar sendiri, dulu juga tidak bisa sembarangan. Harus melewati birokrasi yang agak sulit. Izin Pemangkat hingga IUP harus dimiliki," bebernya.

Akhirnya lanjutnta, ketersediaan bibit unggul di lapangan terbatas, sementara petani tidak sabar untuk membangun kebun kelapa sawit, pada akhirnya  membeli bibit yang mudah didapat meskipun kualitasnya tidak diketahui.

"Untuk itu peremajaan kebun sudah sepatutnya digesa. Sehingga target kelapa sawit berkelanjutan terwujud," pungkasnya.