https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Musim Trek Tiba, Toke Sawit Merana!

Musim Trek Tiba, Toke Sawit Merana!

Ilustrasi - mobil pengangkut TBS sawit. Foto: Dirgantara

Pekanbaru, kabarsawit.com - Musim trek ternyata tidak hanya berpengaruh pada pendapatan petani kelapa sawit. Namun kondisi itu juga dikeluhkan oleh para tengkulak atau lebih dikenal dengan sebutan toke sawit. 

Musim trek, atau masa di mana produktivitas kebun sawit menurun secara drastis ini memang kerap terjadi setiap tahunnya. Setidaknya kondisi ini berlangsung selama 3 hingga 4 bulan.

Seperti yang dirasakan Eko Asmoro, salah seorang toke sawit di Trans SKP-C, Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Dia mengaku pendapatannya menurun drastis sejak musim trek yang sudah terjadi sebulan terakhir. 

"Ampun, jauh kali muatan. Dulu bisa 20 sampai 30 ton sehari. Sekarang cuma 7 ton. Paling 1 mobil yang berangkat ke pabrik, itu pun enggak penuh," kata Eko saat berbincang dengan kabarsawit.com, kemarin.

Tidak cuma toke, musim trek juga menyebabkan pendapatan sopir truk pengangkut TBS ikut merosot. Yang mana rata-rata pendapatan sopir itu dihitung berdasarkan banyaknya muatan sawit yang dibawanya. 

"Kita enggak ada gaji pokok, pendapatan kita, ya dari hitungan trip (angkutan). Kalau banyak trip, banyak dapat. Kalau sedikit kayak sekarang, ya sedikit lah," kata Adi, salah seorang sopir truk TBS di desa tersebut. 

"Biasanya 2 sampai 3 trip sehari, itu lumayan kita dapat. Kalau sekarang ini, paling cuma 1 trip, itu pun kadang gantung, enggak penuh, jadi kita tambah ke trip yang besok. Kalau gitu ya enggak ada gaji kita," tambahnya.