https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Awas! Kalau Pelepah Tiba-tiba Patah, Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya pada Tanaman Sawit

Awas! Kalau Pelepah Tiba-tiba Patah, Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya pada Tanaman Sawit

Ilustrasi patah pelepah pada tanaman sawit. Foto: Ist

Jakarta, kabarsawit.com – Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) mengingatkan para pekebun sawit untuk waspada terhadap gejala patah pelepah atau sengkleh karena bisa jadi adalah tanda penyakit berbahaya pada tanaman.

Pesan ini disampaikan melalui kanal PPKS TV yang banyak mengulas edukasi singkat seputar budidaya sawit berkelanjutan.

Dijelaskan bahwa patah pelepah umumnya disebabkan oleh serangan jamur, terutama saat musim kemarau ketika ketersediaan air menurun. Kondisi ini diperparah dengan adanya pembusukan berwarna cokelat pada pelepah yang membuat pohon kurang stabil dan akhirnya berdampak pada turunnya hasil tandan buah segar (TBS).

“Kalau pelepah tiba-tiba patah, itu bisa jadi tanda penyakit berbahaya. Pekebun sawit sering menyebutnya sengkleh,” demikian narasi dalam tayangan di kanal PPKS TV dikutip Senin (19/8).

Sayangnya, hingga kini belum ada metode pengendalian yang benar-benar tuntas untuk mengatasi penyakit sengkleh. Karena itu, langkah pencegahan menjadi kunci. PPKS merekomendasikan pekebun untuk memangkas pelepah yang sudah terinfeksi dan menjaga sanitasi kebun, agar sisa pelepah tidak menumpuk dan menjadi media berkembangnya jamur.

Selain itu, pemupukan berkala dan berimbang juga sangat disarankan guna memperkuat daya tahan pohon sawit. Namun, PPKS mengingatkan pekebun agar tidak tergesa-gesa memangkas pelepah yang masih hijau.

“Jangan buang pelepah yang masih berwarna hijau, karena pemangkasan berat bisa mempengaruhi produksi,” demikian pesan yang disampaikan.

Fenomena sengkleh ini semakin relevan di tengah kondisi iklim ekstrem yang kerap memicu kekeringan panjang. Ketahanan pohon sawit sangat bergantung pada perawatan kebun yang tepat, terutama menjaga kelembaban tanah, sanitasi kebun, serta pemupukan yang seimbang.

Melalui unggahan tersebut, PPKS juga mengajak para pekebun sawit untuk saling berbagi pengalaman.

Dengan pelepah yang kuat dan sehat, produktivitas kebun tetap terjaga, sekaligus memastikan sawit Indonesia bisa terus bersaing di pasar global.***