GAPKI Sudah 42 Tahun, Begini Curhatan Eddy
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).
Pekanbaru, kabarsawit.com - Asosiasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) saat ini telah menginjak usia 42 tahun. Ini menandakan bahwa asosiasi yang menaungi pengusaha kelapa sawit itu sudah cukup dewasa.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) GAPKI, Eddy Martono mengatakan, semakin dewasanya GAPKI, tentu akan banyak tantangan yang harus dihadapi, baik dari sisi internal maupun eksternal.
"Kalau manusia kan umur 40 itu sudah matang sekali. Nah, GAPKI malah sudah lebih 2 tahun dari usia 40 itu," kaya Eddy saat menghadiri Rapat Kerja GAPKI Cabang Riau di Pekanbaru, kemarin.
"Memang sekarang ini GAPKI sudah dikenal, baik Nasional maupun Internasional. Tetapi tantangan juga bukan semakin ringan, tantangannya juga semakin berat," kata dia.
Dari sisi eksternal, kata Eddy, masalah yang dihadapi GAPKI saat ini adalah terkait dengan kampanye negatif sawit.
"Selama ini kampanye negatif tentang sawit kan tidak pernah selesai. Selama masih ada persaingan minyak nabati, selama itu juga pasti akan ada kampanye negatif. Karena ini murni persaingan dagang," ujarnya.
Eddy mengatakan bahwa persoalan kampanye negatif terhadap sawit ini tidak boleh diremehkan. Dia juga mengajak seluruh anggota GAPKI di Indonesia untuk sama-sama berjuang melawan kampanye negatif itu.
Sementara di internal, lanjut Eddy, masalah yang dihadapi juga tak kalah banyak dan sangat penting. Mulai dari persoalan kawasan hutan, petani, serta masalah sosial.
"Kita masih banyak menghadapi kebijakan, seperti teman-teman yang punya izin tetapi masuk kawasan hutan. Kemudian tuntunan masyarakat untuk mendapatkan plasma. Kemudian masalah sosial, ke depan ini bagaimana mengatasinya," ujarnya.
"Walaupun GAPKI sudah semakin kokoh dan dewasa, tapi kita jangan lemah, karena tantangan itu masih ada. Masalah ke depan bukan lebih ringan, tetapi akan lebih berat," tukas Eddy.








