Tahun Ini 4.000, Sejak 2016 Sudah 9.265 Orang yang Dibiayai BPDP Ikut Program Beasiswa Sawit
Ilustrasi peserta program beasiswa sawit. Foto: bgnnews.co.id
Jakarta, kabarsawit.com — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pendidikan/Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit untuk tahun ajaran 2025 bersama 41 lembaga penyelenggara pendidikan yang berasal dari hampir seluruh pulau di Indonesia.
Dukungan pendanaan beasiswa ini diberikan untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program D1, D2, D3, D4, hingga S1 dengan 71 program studi.
Adapun, nilai kerja sama yang disepakati mencapai Rp705,6 miliar dengan jumlah penerima beasiswa sebanyak 4.000 orang.
Penerima beasiswa Program D1 sebanyak 490 orang, Program D2 sebanyak 150 orang, Program D3 sebanyak 1.440 orang, Program D4 sebanyak 870 orang, dan Program S1 sebanyak 1.050 orang.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menyampaikan bahwa pemberian beasiswa menjadi bagian dari program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit dalam mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan serta meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit.
“Pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit merupakan tonggak utama dalam mewujudkan sawit yang berkelanjutan. Hal tersebut merupakan salah satu program yang menjadi fokus dalam rencana strategis BPDP bersamaan dengan program-program lainnya dalam mengintegrasikan pengembangan sektor kelapa sawit dari hulu sampai ke hilir,” jelasnya dalam keterangan yang dikutip Senin (25/8).
Sejak tahun 2016, tercatat penerima program beasiswa sawit sampai saat ini mencapai 9.265 orang. “Realisasi penyaluran dana untuk program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit sampai dengan tahun 2025 mencapai sebesar Rp938 miliar,” sebutnya.
Dalam proses seleksi calon penerima beasiswa SDM Sawit, BPDP bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Beberapa syarat calon penerima Beasiswa SDM Sawit ini adalah yang berasal dari pekebun kelapa sawit; keluarga pekebun kelapa sawit; karyawan/pekerja pada usaha perkebunan kelapa sawit; keluarga dari karyawan/pekerja pada usaha perkebunan kelapa sawit; pengurus kelembagaan pekebun pada usaha perkebunan kelapa sawit; pengurus asosiasi pekebun kelapa sawit; aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di bidang perkelapasawitan dan penyuluh yang bekerja di wilayah perkebunan kelapa sawit.
Selain itu, BPDP mendapatkan amanat dalam melakukan seleksi calon lembaga penyelenggara pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit (LPP SDM PKS) dan menghasilkan kerja sama dengan lembaga penyelenggara pengembangan SDM PKS hampir dari seluruh provinsi Indonesia.
BPDP bekerja sama dengan 22 kampus di Pulau Sumatera yang meliputi:
Politeknik Aceh (D3)
Politeknik Aceh Selatan (D3)
Politeknik Indonesia Venezuela (D3)
Politeknik Kutaraja (D4)
Politeknik Negeri Lhoksumawe (D3)
Universitas Teuku Umar (S1)
Politeknik Pembangunan Pertanian Medan (D4)
Institut Teknologi Sawit Indonesia (D4 dan S1)
Universitas Prima Indonesia (S1)
Universitas Islam Sumatera Utara (S1)
Universitas Tjut Nyak Dhien (S1)
Politeknik Teknologi Kimia Industri (D3)
Politeknik Kampar (D2, D3 dan D4)
Politeknik Caltex Riau (D4)
Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (S1)
Universitas Pasir Pengaraian (S1)
Universitas Lancang Kuning (S1)
Politeknik ATI Padang (D3 dan D4)
Universitas Taman Siswa (S1)
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (S1)
Politeknik Jambi (D3)
dan Universitas Jambi (D3).
Di Pulau Jawa melibatkan 10 kampus yang meliputi:
Universitas Borobudur (S1)
Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (D3 dan D4)
Institut Teknologi Sains Bandung (D3)
Universitas Koperasi Indonesia (S1)
Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (D4)
Universitas Tunas Pembangunan (S1)
Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (D1 dan D2)
Institut Pertanian STIPER (S1)
Politeknik Lembaga Pendidikan Perkebunan (D2, D3 dan D4)
Politeknik YKPN (D3)
Kemudian, terdapat kerja sama dengan tiga kampus di Pulau Kalimantan:
Universitas Lambung Mangkurat (S1)
Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (D3)
Universitas Nahdlatul Ulama (S1)
Di Pulau Sulawesi terdapat lima kampus:
Politeknik ATI Makassar (D3)
Akademik Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng (D2)
Politeknik Bombana (D4)
Universitas Hasanuddin (S1)
Universitas Sulawesi Tenggara (S1)
Terakhir, di Pulau Papua melibatkan satu kampus:
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari (D4).
“BPDP berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam rangka peningkatan keterampilan dan pengetahuan serta kompetensi SDM perkebunan dan terus melakukan upaya upaya untuk perbaikan pelayanan bagi stakeholders sehingga tujuan pengembangan industri perkebunan nasional dapat tercapai,” pungkas Eddy
***








