Limbah Sawit Berpotensi Hasilkan Duit
Warga Bengkuli bikin piring dari lidi sawit.
Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta petani mulai menggarap peluang ekonomis dari limbah sawit di tengah rendahnya produksi kebun dan belum tingginya harga TBS.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Bickman Panggar Besi mengatakan, petani harus mampu mengelola limbah kelapa sawit menjadi bahan baku ekonomi sebagai alternatif murahnya harga TBS sawit.
"Jika dimanfaatkan, taanaman sawit, segala sisi bisa menghasilkan duit. Seperti pelepah dan batangnya dapat diolah menjadi berbagai macam produk. Lidinya juga bisa dijadikan kerajinan seperti piring, lampu, maupun tusuk gigi. Kemudian cangkang, juga bisa diolah menjadi briket yang bernilai eskpor," kata Bickman kepada kabarsawit.com, kemarin.
Sebagai contoh lidi, lanjutnya, saat ini produk sapu lidi pelepah sawit dipasaran dibanderol Rp10 ribu per 100 lidi. Begitu juga dengan piring anyaman lidi sawit Rp4 ribu per buah, dan Rp25 ribu per bakul. "Kalau briket cangkang sawit saat ini, rata-rata dibeli dengan harga Rp20 ribu per kilogram," ujarnya.
Tidak hanya bentuk kerajinan, lanjutnya, limbah sawit juga bisa dijadikan pupuk organik maupun pakan ternak.
"Saat harga pupuk lagi mahal saat ini, pelepah bisa jadi alternatif. Jika dihitung-hitung, menggunakan pelepah, petani bisa menghemat biaya pupuk Rp800 ribu per sak dalam satu hektare," kata dia.
Untuk itu, Bickman berharap agar para petani mulai peka terhadap teknologi informasi dan pengolahan produk pertanian organik. "Intinya, kalau petani sudah beralih ke konsep pertanian berkelanjutan, semua akan bermanfaat dan dapat membantu kebutuhan petani itu sendiri," tukasnya.








