Sawit Urat Nadi Ekonomi Riau dan Nasional
Pekanbaru, kabarsawit.com - Kelapa sawit merupakan salah satu urat nadi perekonomian di Provinsi Riau. Bahkan tidak dapat dipungkiri, komoditas ini menjadi salah satu penopang perekonomian nasional.
"Kelapa sawit saat ini menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di daerah yang menjadi sentral perkebunan kelapa sawit, termasuk di Riau. Jadi, dimana ada kelapa sawit, maka di tempat itu akan tumbuh perekonomiannya," kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Dr. Defris Hatmaja, belum lama ini.
Sebagai bukti, kata Defris, perekonomian Riau pernah melonjak pada 2013 lalu gara-gara sawit. Ini karena harga komoditi ini sampai Rp4,500 per kilogram.
"Saat itu ekonomi masyarakat yang mayoritas petani atau pelaku usaha di perkebunan sawit meningkat drastis. Dampak perputaran uang saat itu juga sangat tinggi," ujarnya.
Saat itu, kata Defris, penjualan mobil sangat tinggi di Kota Pekanbaru. Bahkan sempet beredar kabar hampir semua dealer di Pekanbaru kualahan memenuhi permintaan
"Dealer-dealer mobil di Pekanbaru waktu itu kewalahan melayani pembelian kendaraan yang mayoritas dilakukan oleh petani. Bahkan, petani sampai harus menunggu tiga bulan, mobil yang mereka beli baru datang," jelasnya.
Secara nasional luasan perkebunan kelapa sawit di Riau tercatat 3,4 juta hektar. Namun setelah dilihat menggunakan citra satelit, luasnya mencapai 3,9 juta hektar di tahun 2024.
"Lima puluh persen dari 6,7 juta warga Riau berafiliasi di perkebunan kelapa sawit. Faktor yang sangat penting dalam usaha kelapa sawit sistem pengelolaannya. Salah satunya di koperasi. Maka itu kita terus mendukung koperasi lebih profesional dan berkembang sesuai perubahan zaman," pungkasnya.








