Aceh Tenggara akan Punya PKS, Apkasindo Siap Mengawasi Harga yang Ditawarkan
Peletakan batu pertama pembangunan PKS di Aceh Tenggara. Foto: Dok Elaeis
Aceh, kabarsawit.com - Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh Tenggara, Provinsi DI Aceh, Arisman, mengatakan kehadiran pabrik kelapa sawit (PKS) di daerahnya merupakan sebuah angin segar.
"Pak Bupati beberapa waktu lalu menekankan agar PKS bermitra dengan petani melalui Apkasindo. Saat ini memang kita sedang bangun komunikasi dengan sejumlah pihak termasuk dengan Dinas Perkebunan," ujar Arisman, Selasa (30/9)
Arisman mengatakan itu menyusul setelah PT Kocan Mutiara Sawit (KMS) resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS), menandai awal keberadaan PKS di Kabupaten Aceh Tenggara.
Arisman menegaskan bahwa pihaknya siap mengawasi harga yang ditawarkan oleh PKS nantinya. Pihaknya tidak ingin petani terus- terusan menjadi korban. Padahal seharusnya petani menjadi pahlawan devisa yang juga sejahtera.
"Sampai saat ini petani menjadi korban. Pertama dari sisi harga, petani swadaya mendapatkan harga yang rendah. Rata-rata hanya Rp2.750/kg," tuturnya.
Padahal, lanjut Arisman, harga penetapan dinas perkebunan tertinggi menyentuh angka Rp3.459/kg pekan ini.
"Inilah mengapa kita fokuskan agar ada kemitraan. Selain petani mendapat kepastian lokasi penjualan, petani juga mendapatkan kepastian mengenai harga," tegasnya..
Arisman menilai Kabupaten sudah saatnya memiliki PKS sendiri. Pasalnya ada 8.000 hektar kebun sawit di wilayahnya itu.
Sementara petani menjual hasil kebun justru ke kur kabupaten, bahkan lintas provinsi lantaran belum adanya PKS.***








