https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

KUR 'Obat' Musim Trek

KUR

Kepala DJPb Provinsi Bengkulu Bayu Andy Prasetya.

Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Direktorat Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu Bayu Andy Prasetya mendorong petani perkebunan kelapa sawit di daerah memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian.

Andy mengungkap, KUR dapat menjadi solusi bagi para petani kelapa sawit di Bengkulu yang seringkali kesulitan dalam mengakses kredit bank. 

"Dengan KUR yang tersedia sampai Rp15 triliun tahun ini, petani bisa memperoleh pinjaman tanpa agunan," kata Bayu, kemarin.

Terlebih dalam kondisi musim trek saat ini, Bayu menilai penggunaan KUR untuk membeli pupuk dapat membantu memulihkan produktivitas kelapa sawit.

"Petani sawit harus pandai-pandai melihat trend produktivitasnya. Saat musim trek ini, petani bisa menggunakan KUR untuk membeli pupuk dan bagusnya dalam sebulan kedepan pemanenan dihentikan sementara agar buahnya bisa kembali maksimal," kata Bayu, Minggu (5/3).

KUR dengan plafon di bawah Rp100 juta, bisa menjadi pilihan. Selain bisa diberikan tanpa agunan permodalan tersebut juga dapat membantu para petani dalam memperluas kebun sawit maupun memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana perkebunan.

"Yang sifatnya KUR ini kan sebaiknya untuk kebutuhan produktif, jangan digunakan untuk kebutuhan konsumtif," kata dia.

Sementara itu, pihaknya sendiri mencatat realisasi penyaluran KUR masih belum maksimal lantaran sejumlah debitur pengaju pinjaman belum melalui akad.

Hingga saat ini, baru ada 307 debitur dari peminjam KUR dengan total nilai peminjaman mencapai Rp1,4 miliar. "Silahkan usulkan sejak awal agar pencarian bisa segera terlaksana, dan tanaman sawit pun bisa dipupuk," demikian Bayu.