Sediakan Bibit Sawit Unggul Sebelum Replanting
Penangkar bibit sawit di Bengkulu.
Bengkulu, kabarsawit.com - Perkebunan kelapa sawit yang menghadapi masa peremajaan atau replanting disarankan menyiapkan benih unggul sawit guna mendorong produktivitas TBS di masa mendatang.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan mengungkapkan keberadaan benih unggul sawit dibutuhkan perkebunan kelapa sawit, agar petani menjadi lebih maju di masa depan.
"Pentingnya penggunaan benih unggul, menjadi kunci keberhasilan perkebunan kelapa sawit di masa mendatang," kata Ricky kepada kabarsawit.com, kemarin.
Ricky menjelaskan benih yang unggul, sehat, dan jumlah cukup akan berpengaruh terhadap keberlanjutan program ini. Sistem perbenihan yang biasa dilakukan adalah pembenihan tahap ganda.
"Pada pembenihan tahap ganda, ada tahap pembenihan awal dan pembenihan utama. Pembenihan awal dilakukan selama 3 bulan, sedangkan pembenihan utama dilakukan selama 9 bulan," terangnya.
Untuk melakukan pembenihan, lanjutnya, hal yang perlu diperhatikan adalah sumber benih yang jelas, pelaksanaan kultur teknis, penggunaan naungan, dan pengisian media tanam.
Selain itu dilakukan penyiraman teratur, seleksi benih abnormal, pengelompokkan benih siap salur, dan manajemen yang baik selama pembenihan.
"Benih unggul sawit menjadi blue print dari kehidupan tanaman itu sendiri dan jadi investasi utama dalam bisnis awal perkebunan kelapa sawit," kata Ricky.
Selain itu, penggunaan benih unggul dengan aplikasi pupuk organik juga mampu mendorong praktik budidaya berkelanjutan lebih baik.
“Dengan syarat utama, akan pokok tanaman yang sudah tidak produktif sekitar usia 25-30 tahun,” kata Ricky.
Lebih lanjut kata Ricky, replanting yang baik harus dilakukan tanpa melakukan pembakaran atau zero burning.








