BPDPKS Setujui Replanting 717 Hektare Sawit Rakyat di Aceh Timur
Ilustrasi - perkebunan kelapa sawit.
Aceh, kabarsawit.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyetujui usulan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Aceh untuk mereplanting 717 hektare kebun kelapa sawit rakyat tahun ini.
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ini diusulkan oleh lima lembaga petani sawit di daerah tersebut.
"Benar. Kita langsung yang dampingi untuk Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) 3 PSR di Jakarta belum lama ini," kata Ketua DPD APKASINDO Aceh Timur, Ibrahim Mar kepada kabarsawit.com, Senin (13/3).
Ibrahim mengatakan, koperasi dan kelompok tani hanya tinggal membuat kontrak pengajuan dan pencarian dana kepada BPDPKS. Sehingga pencairan dana dan pengerjaan kebun dapat segera dilakukan.
"Namun kita tidak bisa pastikan kapan akan cair dan direalisasikan dana itu. Sebab kadang dalam pengajuan, ada yang salah dan butuh perbaikan yang juga memakan waktu," ujarnya.
Ibrahim menjelaskan, kebun ratusan hektare itu diajukan sejak 1-2 tahun lalu diajukan. Namun baru sekarang mendapat titik terang untuk diremajakan.
menurut Ibrahim, peremajaan kebun kelapa sawit sangat dibutuhkan di Aceh Timur. Dari total 28 ribu hektar kebun masyarakat tidak sedikit kebun yang produktivitasnya rendah. Malah dalam setahun hanya menghasilkan 10 ton. Padahal usia tanam baru 7 tahun lebih.
"Ada dua faktor yang mempengaruhi. Pertama karena perawatan yang sangat minim. Dimana petani sulit membeli pupuk yang kini harganya sangat tinggi," katanya.
Malah akibat perawatan yang buruk tadi, ada kebun kelapa sawit milik petani yang hanya 50 batang meski luasnya satu hektar. Ini akibat banyak tanaman yang mati karena kurang perawatan.
Kemudian faktor yang kedua, banyak petani yang salah memilih bibit untuk kebun kelapa sawitnya itu. Petani justru menggunakan bibit yang tidak diketahui asal usul dan kualitasnya.
"Dulu petani kurang memahami tentang bibit bermutu. Malah kadang tunasan yang tumbuh di bawah pohon sawit dikutip dan ditanam kembali. Ini yang buat produktivitas kebun itu rendah," bebernya.
Untuk itu solusi agar kebun tersebut produktivitasnya meningkat dan penghasilan petani lebih terjamin adalah peremajaan dengan diganti menggunakan bibit unggul. Tentu ini juga mendukung program pemerintah tentang perkebunan sawit berkelanjutan.








