Satu Pabrik Minyak Sawit di Mukomuko Berhenti Beroperasi
Antrian truk menuju pabrik PT SSS.
Bengkulu, kabarsawit.com – PT Sentosa Sejahtera Sejati (SSS) di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, menghentikan pembelian TBS sawit petani karena memperbaiki mesin pengolahan minyak mentah sawit atau crude palm oil (CPO).
"Sejak pekan lalu, PT SSS tidak lagi menerima buah petani karena mesin pabrik diperbaiki,” katq Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, M Rizon kepada kabarsawit.com, kemarin.
Sebetulnya, kata Rizon, banyak petani mengeluh akibat perbaikan mesin pabrik ini. Soalnya, selama ini harga TBS di PT SSS tergolong tinggi dibanding pesaingnya.
Untuk itu, Rizon meminta agar para petani bersabar. Sembari menunggu perbaikan, Ia meminta petani menjual TBS ke pabrik lain mengingat jumlah pabrik di Mukomuko juga tergolong banyak.
"Supaya tidak mengantre dan menghabiskan waktu, disarankan petani menjual TBS ke pabrik lain," kata dia.
Harga Sawit Turun
Rizon menyebut saat ini harga TBS sawit ditingkat pabrik turun dibanding sebelumnya. Rata-rata harga sawit di pabrik Mukomuko sekitar Rp2.200/kg.
Misalnya saja, di PT Sapta dari Rp2.420 per kilogram saat ini Rp2.370 per kilogram, PT KSM dari Rp2.390 per kilogram menjadi Rp2.360, PT MMIL sebelumnya Rp2.390 per kilogram menjadi Rp2.360 per kilogram, dan PT SAP sebelumnya Rp2.420 per kilogram, saat ini menjadi Rp2.290 per kilogram.
Selanjutnya,PT DDP dari Rp2.420 per kilogram menjadi Rp2.390 per kilogram, PT USM dari Rp2.390 per kilogram menjadi Rp2.360 perkilogram, PT BMK sebelumnya Rp2.430 per kilogram menjadi Rp2.330 per kilogram, PT GSS sebelumnya Rp2.420 menjadi Rp2.390 dan PT MPRA sebelumnya Rp2.410 per kilogram menjadi Rp2.340 per kilogram.
"Kami akan terus melakukan pengawasan di lapangan. Yang jelas harga beli sejumlah pabrik masih di atas Rp2.200 per kilogram meski ada penurunan harga dari sebelumnya,” kata dia.








