Kementan Hadirkan BABE-BUN, Semoga Petani Sawit Bisa Tersenyum!
Ilustrasi - petani kelapa sawit. Foto: Syahrul
Jakarta, kabarsawit.com - Program Bank Benih Perkebunan atau BABE-BUN bikinan Kementrian Pertanian (Kementan) juga mendapat dukungan dari Aspek-PIR Kalimantan Barat (Kalbar) dengan harapan menguntungkan petani kelapa sawit.
"Jika memang mempermudah akses pelaku usaha perkebunan kelapa sawit, musti kita dukung," kata Ketua Aspek-PIR Kalbar, Ys Marjitan kepada kabarsawit.com, kemarin.
Ia juga mengaku saat ini petani kelapa sawit di wilayah Kalbar memang membutuhkan akses untuk berinteraksi terkait benih unggul. Baik itu sebagai edukasi hingga cara mendapatkan benih bersertifikat tersebut.
"Kita pasti setuju kalau memang sudah dikaji dan hasil kajiannya membantu petani," bebernya.
Marjitan tidak menampik jika program itu berjalan maka akan berdampak pada meningkatnya produksi kebun kelapa sawit milik rakyat. Sebab kaitannya dengan peremajaan baik terhadap kebun yang sudah tua maupun kebun yang produktivitasnya rendah lantaran pemilihan bibit yang salah.
Sedangkan cerita PSR kata Marjitan, di Kalbar sudah mulai berjalan, terutama Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Meski berjalan, jumlahnya relatif rendah karena masih banyak petani yang enggan mengikuti peremajaan.
Ini dampak dari masih tingginya harga kelapa sawit. Sementara produksi kebun juga masih tergolong tinggi walau usia tanam sudah memasuki peremajaan.
"Banyak petani yang beralasan seperti itu. Tentu kita juga tidak bisa memaksakan selain memberikan pemahaman," ujarnya.
Situasi lain juga ada status PIR yang sudah berusia tua namun usia kelapa sawit dalam kebun masih muda. Ini juga mempengaruhi pendataan PSR.
"Saya pikir apa yang dilakukan kelompok tani hingga koperasi sudah cukup baik. Sebab secara keseluruhan PSR berjalan dengan baik," kata dia.








