Tenang! Kementan Pastikan CPO 2026 Cukup untuk Minyak Goreng dan Bioenergi
Mentan Andi Amran Sulaiman. Foto: Ist
Jakarta, kabarsawit.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menegaskan bahwa posisi hulu industri kelapa sawit nasional berada dalam kondisi prima untuk menjamin ketersediaan minyak goreng saat Ramadan dan Idulfitri 1447 H (27/2).
Berdasarkan hasil monitoring lapangan serta sinkronisasi data spasial perkebunan, produksi Crude Palm Oil (CPO) nasional tahun 2026 menunjukkan tren positif di tengah kebijakan pemerintah menjaga keseimbangan alokasi CPO untuk kebutuhan pangan domestik sekaligus mendukung Program Mandatori Biodiesel B40/B50.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stabilitas pasokan pangan, khususnya minyak goreng, menjadi prioritas utama pemerintah.
“Kami memastikan produksi CPO nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, termasuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan. Di saat yang sama, komitmen terhadap program biodiesel tetap berjalan secara terukur dan terkendali,” ujar Mentan dalam keterangan resminya yang dikutip Sabtu (28/2).
Berdasarkan rekapitulasi data stok komoditas perkebunan per 31 Januari 2026 menunjukkan posisi cadangan nasional dalam kondisi terkendali. Pemantauan rutin terhadap stok di tingkat hulu, termasuk kapasitas tangki timbun dan distribusi bahan baku, menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pasokan.
Menurut Mentan, penguatan sektor hulu menjadi fondasi utama dalam menjaga keseimbangan pangan dan energi. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terus dipacu guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.
“Kunci stabilitas ada pada produktivitas. Melalui PSR dan pendampingan teknis, kita dorong peningkatan hasil panen per hektare agar mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan industri dan konsumsi domestik,” tambah Mentan Amran.***








