https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani di Mukomuko Resah, Ada Harimau Mondar-mandir di Kebun Sawit

Petani di Mukomuko Resah, Ada Harimau Mondar-mandir di Kebun Sawit

Seekor harimau mondar-mandir di kebun sawit.

Bengkulu, kabarsawit.com - Petani Desa Lalang Luas Kabupaten Mukomuko Bengkulu mengaku resah akan adanya harimau yang berkeliaran di lahan perkebunan kelapa sawit milik warga beberapa hari terakhir.

Keberadaan harimau ini teridentifikasi setelah petani mendapati jejak harimau. Apalagi kemunculan harimau sejak beberapa hari terakhir juga terpantau oleh kamera Trap PT Sipef Biodivesity Indonesia, perusahaan yang melakukan restorasi ekosistem dalam kawasan hutan negara di daerah itu.

Tak ingin mengambil risiko, Rudi, salah seorang petani setempat memilih melaporkannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu. 
 
Menanggapi hal itu, BKSDA mengungkap akan melakukan penangkapan dengan memasang perangkap di area perkebunan.
 
Dikatakan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Bengkulu, Hifzon Zawahiri melalui Kepala Resor KSDA Mukomuko Rasidin, bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan atas temuan tersebut.

"Tim sudah cek ke lokasi dan ditemukan bekas jejak harimau. Hari ini kami ke lokasi membawa perangkap untuk mengamankannya," kata dia, kemarin. 
 
Ia mengatakan, kemunculan harimau sumatera tersebut membuat warga di wilayah setempat resah dan minta BKSDA mengamankan lokasi tersebut.
 
Kemudian pihaknya menerjunkan tim ke Kecamatan V Koto dalam rangka menindaklanjuti informasi kemunculan harimau di lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut.
 
Harimau sumatera selain muncul di lahan perkebunan kelapa sawit milik warga dan di lahan hak guna usaha (HGU) PT Agro Sungai Kiang Estate, perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah ini.
 
Ia mengatakan, untuk sementara ini BKSDA belum mengetahui jumlah harimau sumatera yang masuk ke lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut.
 
"Kalau melihat jejak harimau tersebut, kemungkinan harimau yang muncul di lahan perkebunan kelapa sawit tersebut sudah dewasa dengan ukuran jejak 15 centimeter," ujarnya.
 
Kemudian, ia mengatakan, dari hasil identifikasi cuma satu ekor harimau yang berkeliaran di lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut.
 
Ia mengatakan, pihaknya melibatkan aparat penegak hukum dari Polsek V Koto dan KPH untuk melakukan pengamanan wilayah yang menjadi tempat harimau tersebut berkeliaran.