Perkuat Riset dan Inovasi Sawit, BRIN Jalin Kerja Sama dengan Agrinas
BRIN bekerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara untuk memperkuat riset sawit. Foto: Ist
Jakarta, kabarsawit.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara untuk memperkuat riset dan inovasi di industri kelapa sawit nasional, dengan fokus pada hilirisasi dan pengembangan bioproduk bernilai tinggi.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi produksi, serta daya saing ekspor Indonesia di pasar global.
Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci bagi keberlanjutan industri sawit.
“Masa depan industri sawit tidak hanya pada produksi minyak sawit mentah, tetapi pada hilirisasi dan pengembangan bioproduk bernilai tambah tinggi. Riset dan inovasi membuka peluang baru bagi industri sawit yang lebih kompetitif dan berkelanjutan,” ujar Arif, Rabu (11/3).
Arif menambahkan penguatan industri sawit harus dilakukan menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Di sektor hulu, pengembangan teknologi dan peningkatan produktivitas menjadi prioritas, sementara di hilir, pengembangan bioproduk berbasis sawit menjadi fokus untuk memperkuat inovasi dan nilai tambah industri.
Kerja sama ini juga mencakup pembentukan pusat riset bersama dan pemanfaatan fasilitas riset masing-masing pihak.
Tujuannya adalah mempercepat pengembangan inovasi berbasis sains modern yang mendukung produktivitas serta memperkuat pasokan sawit, baik untuk ekspor maupun pemenuhan kebutuhan energi dan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Kusdi Sastro Kidjan, menegaskan pentingnya sinergi dan diskusi intensif antara kedua pihak.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap Indonesia dapat menjadi produsen sawit terbesar dengan produktivitas tinggi sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional,” katanya.
Kolaborasi BRIN dan Agrinas Palma Nusantara menandai langkah strategis dalam memperkuat industri sawit Indonesia melalui riset dan inovasi, mengoptimalkan hilirisasi, dan menciptakan bioproduk bernilai tambah yang mendukung ekspor dan ketahanan industri sawit nasional.***








