Soal Pupuk, Petani Diingatkan Jangan Tergiur Harga Murah
Ilustrasi - pupuk. Foto: Pupuk Kaltim
Siak, kabarsawit.com - Katimin, petani sawit dari Kabupaten Siak, Riau, mengingatkan kepada para petani sawit lain untuk mewaspadai pupuk palsu yang masih beredar di pasaran.
Dia menyebutkan bahwa saat ini banyak petani sawit di daerah yang masih tergiur dengan pupuk-pupuk palsu. Padahal, pupuk tersebut tidak ada manfaatnya untuk tanaman sawit mereka.
"Kebanyakan petani kita diiming-imingi sama pupuk palsu. Mereka biasanya tergiur karena harganya lebih miring ketimbang yang asli," kata Katimin kepada kabarsawit.com, Rabu (29/3).
Dia mengatakan, saat ini masih banyak petani yang merasa diuntungkan dari selisih harga pupuk asli dan palsu itu. Yang mana mereka akan merasa diuntungkan saat memberi pupuk palsu yang harganya lebih murah.
"Padahal harga yang asli dengan palsu itu selisihnya biasanya gak jauh. Misalnya harga yang asli itu Rp 280 ribu, yang KW itu paling Rp 250 ribu. Itu petani kalau beli yang 250 itu sudah merasa untung 30 ribu biasanya, padahal sebenarnya dia sudah rugi 250 ribu. Karena pupuknya gak ada khasiatnya," jelasnya.
Oleh sebab itu, dia mengingatkan kepada petani sawit lain agar tidak mudah tergiur dengan pupuk yang palsu hanya karena iming-iming harga yang murah. Dia juga mengajak petani untuk benar-benar mencari tahu pupuk yang akan dibeli untuk kebun sawit mereka.
"Kalau kita memang cari pupuk sendiri, kita tebus DO sendiri kita ambil di Dumai langsung. Jadi pupuk kita original," kata dia.








