https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Harga Tak Menentu, Petani di Mukomuko Ramai-ramai Tebang Pohon Karet

Harga Tak Menentu, Petani di Mukomuko Ramai-ramai Tebang Pohon Karet

Petani tebang pohon karet untuk ditanami kelapa sawit. Foto: Dirgantara

Bengkulu, kabarsawit.com - Petani di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu ramai-ramai menebangi pohon karet dan menjadikan tanaman sawit komoditas pokok perkebunannya.

Abubakrin Sidik (28), misalnya. Petani asal Desa Arga Jaya, Kecamatan Air Rami ini sengaja menebang ratusan pohon karetnya menjadikan perkebunan kelapa sawit.

"Ada sekitar dua hektare yang kami fokuskan jadi perkebunan sawit. Semua batang karet di lahan itu kami tebang," kata Sidik kepada kabarsawit.com, kemarin.

Sidik yang semula melakukan sistim tanam tumpang sari, terpaksa menebang pohon karet usia 15 tahun dan menjadikan sawit satu-satunya tanaman yang diandalkan.

Alasannya, harga perkilogram getah karet yang selama ini jadi penghasilannya tak kunjung mencapai harga penjualan yang tinggi, dan hanya bertahan di harga Rp10 ribuan.

Apalagi minat petani di daerahnya akan komoditas sawit menjadi harapan baru dengan trend peningkatan harga terus naik dari tahun ke tahun.

"Selain itu, karena suplayer getah karet sudah mulai berkurang lantaran beberapa perusahaan pengelolah getah karet banyak tutup," ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan Solikih (29), warga Desa Tirta Kencana, yang mulai memokuskan merawat tanaman sawitnya.

Bahkan menurutnya, sawit merupakan tanaman ekonomis yang memiliki nilai jual tinggi di masa mendatang, dan perawatannya juga mudah.

"Kalau sawit hanya sebulan sekali butuh pemupukan. Waktu panennya juga dua pekan sekali, sementara karet, setiap hari harus kita sadap untuh mengambil getahnya," kata dia.

Dia pun berharap ke depan harga jual TBS sawit semakin baik, dan tembus hingga Rp4.000/kg. "Jadi cukup membantu lah untuk kami warga desa yang butuh banyak waktu untuk bekerja lainnya selain bertani ini," pungkasnya.